Janji Siti Atikoh Jika Suami Terpilih Jadi Presiden RI Ke-8: Akan Tetap Blusukan Ke Pasar

Kamis, 11 Januari 2024 | 10:18 WIB
Janji Siti Atikoh Jika Suami Terpilih Jadi Presiden RI Ke-8: Akan Tetap Blusukan Ke Pasar
Siti Atikoh saat blusukan ke pasar di Tulang Bawang, Lampung, Kamis (11/1/2024). (Suara.com/Bagas)

Suara.com - Istri calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti mengaku akan tetap blusukan ke pasar apabila rakyat memberikan mandat bagi sang suami menjadi Presiden RI pada 2024.

Menurut Siti Atikoh, blusukan membuat seseorang mengetahui secara langsung kondisi riil harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.

Hal itu dikatakan Siti Atikoh untuk menjawab pertanyaan awak media setelah eks wartawan itu blusukan ke Pasar Modern Tulang Bawang, Jalan Lintas Sumatra, Banjar Agung, Lampung, Kamis (11/1/2024).

"Oh, tentu (bakal tetap blusukan, red), karena dengan itu, pasar itu banyak sekali realita-realita yang bisa kita pahami. Yang pertama dari kebutuhan pokok, yang kedua daya beli masyarakat," kata ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu di Pasar Modern Tulang Bawang, Lampung.

Menurut dia, selama di pasar, seseorang juga bisa mendengar keinginan rakyat. Sehingga ia mengaku akan tetap blusukan ketika menjadi Ibu Negara.

"Masyarakat itu bisa menyampaikan aspirasi, meski tidak terkait dengan kebutuhan yang ada di komoditas. Misalnya, mereka itu di tempat tinggalnya ada kesulitan aksebilitas terhadap pendidikan, terhadap kesehatan, itu bisa diungkapkan juga ketika bertemu seperti ini," tuturnya.

Atikoh selama di Pasar Modern Tulang Bawang mendengar aspirasi tentang pentingnya pemerintah menjaga kestabilan harga.

"Aspirasi tentu ada dari beberapa pedagang maupun konsumen terkait dengan kestabilan harga. Jadi, meskipun di Lampung ini relatif kalau dibandingkan tempat-tempat lain seperti di Jawa maupun Banten, ini harganya relatif lebih murah, ya, seperti cabe di Jawa juga sudah mulai turun, tapi di sini harganya Rp 50 ribu per kilo, sama Rp 45 ribu," kata dia.

"Kemudian bawang merah, bawang putih dan produk-produk sayuran itu juga lebih murah, tetapi untuk sembako ada sedikit kenaikan seperti beras Rp 13,5 ribu perkilogram. Kalau kita bandingkan di Jawa juga lebih murah. Tetapi memang keluhannya dari pedagang ini justru kasihan, kasihan kepada konsumen apabila harganya tidak stabil. Karena konsumen yang biasanya beli 20 kilo, jadi belinya 10 kilo, menyicil," sambung Atikoh.

Baca Juga: Soal Peluang Koalisi Kubu Anies-Ganjar, Begini Analisa Jusuf Kalla

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI