Elektabilitas Prabowo-Gibran Merosot, Ray Rangkuti: Warga Mulai Tinggalkan Goyang Gemoy dan Susu Gratis

Ria Rizki Nirmala Sari, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 11 Januari 2024 | 18:48 WIB
Elektabilitas Prabowo-Gibran Merosot, Ray Rangkuti: Warga Mulai Tinggalkan Goyang Gemoy dan Susu Gratis
Boneka Gemoy Prabowo Subianto beraksi di Perempatan Lampu Merah Sarinah, Jakarta, Jumat (29/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat politik sekaligus Pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti membeberkan penyebab elektabilitas pasangan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mulai merosot.

Menurutnya, masyarakat perlahan menjadi tidak tertarik pada strategi kampanye mereka.

Ray mengatakan, saat ini janji pembagian makan siang dan susu gratis yang digembar-gemborkan sudah ditinggalkan. Lalu, branding gemoy yang disematkan pada sosok Prabowo juga semakin tidak populer.

“Stagnasi pasangan Prabowo-Gibran ini bisa juga diakibatkan karena branding goyang gemoy dan susu gratis yang sudah mulai kehilangan popularitasnya," ujar Ray dalam acara pemaparan hasil survei Pemilu 2024 oleh Galidata di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2024).

Hasil survei yang dilakukan Galidata terkait popularitas capres-cawapres. [tangkap layar]
Hasil survei yang dilakukan Galidata terkait popularitas capres-cawapres. [tangkap layar]

Ray mengatakan, seiring berjalannya masa kampanye, masyarakat terus mendapatkan informasi baru.

Kubu paslon nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD terlihat menunjukkan strategi yang lebih menjanjikan.

“Di tengah masyarakat yang saat ini terus mendapati informasi-informasi baru, baik itu dari kampanye calon legislator ataupun dari media yang mereka konsumsi, hilangnya keviralan gemoy dan susu gratis bisa jadi karena masyarakat mulai mengerti substansi kampanye yang digencarkan oleh Pasangan Prabowo-Gibran tersebut hanya branding semata," ucapnya.

Selain itu, banyak juga pihak yang menentang Prabowo-Gibran karena berbagai isu politik seperti pelanggaran etika di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Intensifnya gerakan mahasiswa seta masyarakat sipil yang menolak politik dinasti, dan bagaimana generasi terkini merespon isu-isu politik dalam bentuk-bentuk kreatif, sepetinya mulai bekerja di masyarakat," ungkap Ray.

baca juga

Direktur Gagas Lintas Data (Galidata), Bey Arief Budiman menyebut berdasarkan hasil surveinya, 56,8 persen responden menyukai program yang ditawarkan Ganjar. Lalu, 21,7 persen responden suka dengan program makan siang Prabowo, dan 21,5 persen menyukai program Anies.

“Tiga program yang ditawarkan oleh Ganjar-Mahfud yakni KTP Sakti, Satu Sarjana untuk satu keluarga miskin, dan internet gratis cukup populer di kalangan responden. Hal ini tentu mengindikasikan bahwa komunikasi yang dibangun oleh capres dipahami oleh masyarakat.” Jelaskan Ibey.

Selanjutnya, berdasarkan hasil survei elektabilitas capres yang dilakukan Galidata, Ganjar-Mahfud mendapat suara terbanyak dengan 36,2 persen suara.

"Galidata mendapati bahwa Ganjar-Mahfud memuncaki klasmen elektabilitas sebesar 36,2 persen. Sementara Prabowo-Gibran 33,3 persen dan disusul pasangan Anies-Muhaimin 26,1 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bey menyoroti sebaran suara di tiga provinsi terbesar di Indonesia. Ganjar menang di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara Prabowo unggul di Jawa Barat.

"Di Jawa Barat, Prabowo unggul sebesar 40 persen, dibawahnya Anies dengan perolehan 28,1 persen dan Ganjar dengan capaian 22 persen. Dengan 9,9 persen jumlah responden yang tidak menjawab/tidak tahu, maka di wilayah Jawa Barat Prabowo dapat dikatakan menang mutlak," ucapnya.

Hasil survei yang dilakukan Galidata terkait elektabilitas capres-cawapres. [tangkap layar]
Hasil survei yang dilakukan Galidata terkait elektabilitas capres-cawapres. [tangkap layar]

Sementara di Jawa Tengah, Ganjar memimpin dengan perolehan 43,7 persen. Berturut-turut kemudian Prabowo-Gibran dengan 27 persen dan Pasangan Anies-Muhaimin 24 persen.

Lantaran undecided voters yang hanya 5,3 persen, Bey menywbut secara statistik Ganjar-Mahfud tak terkalahkan di Jateng.

“untuk Jatim, Ganjar-Mahfud memimpin tipis dengan perolehan 37,1 persen. Berturut-turut dibawahnya adalah pasangan Anies-Muhaimin dengan 30 persen dan Prabowo-Gibran 27,6. Dengan undecided voters sebesar 5,3 persen," jelasnya.

"Kemungkinan gambaran hasil survei Galidata di Jatim mendekati dinamika saat pemilu akan sangat presisi," tambahnya memungkasi.

Diketahui, Survei Galidata dilaksanakan pada rentang 24 Desember 2023 sampai 6 Januari 2024 di seluruh wilayah Indonesia.

Penetapan proporsi sampel di masing-masing kabupaten/kota menggunakan proporsi populasi nasional (Purposive Sampling).

Survei ini melibatkan 1.200 responden, dengan sampling error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada over sampel sebesar 800 responden di provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Margin of Error (MoE) di masing-masing provinsi tersebut adalah 3,2 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Bekasi Jadi Lumbung Suara Prabowo-Gibran, Relawan Jokowi Bagi-bagi Susu Gratis hingga Goyang Gemoy

Demi Bekasi Jadi Lumbung Suara Prabowo-Gibran, Relawan Jokowi Bagi-bagi Susu Gratis hingga Goyang Gemoy

News | Kamis, 11 Januari 2024 | 17:03 WIB

Gestur Prabowo Saat Kunjungan ke Palembang Bikin Ngakak: Malah Berekspresi Kocak Lagi

Gestur Prabowo Saat Kunjungan ke Palembang Bikin Ngakak: Malah Berekspresi Kocak Lagi

Kotak Suara | Kamis, 11 Januari 2024 | 16:06 WIB

Survei IPO: Anies-Cak Imin 34,5%, Prabowo-Gibran 42,3%, Ganjar-Mahfud 21,5%

Survei IPO: Anies-Cak Imin 34,5%, Prabowo-Gibran 42,3%, Ganjar-Mahfud 21,5%

Kotak Suara | Rabu, 10 Januari 2024 | 19:40 WIB

Pesan Gibran ke Emak-emak di Banyuwangi: Saya Titip Jaga Suara, Jangan Serang Balik Lawan

Pesan Gibran ke Emak-emak di Banyuwangi: Saya Titip Jaga Suara, Jangan Serang Balik Lawan

Kotak Suara | Rabu, 10 Januari 2024 | 15:55 WIB

Ditutup Joget Gemoy, Pantun Prabowo ke Pendukung di Riau: Kalau Ada yang Menjelek-jelakan, Kita Jogetin Aja

Ditutup Joget Gemoy, Pantun Prabowo ke Pendukung di Riau: Kalau Ada yang Menjelek-jelakan, Kita Jogetin Aja

Kotak Suara | Selasa, 09 Januari 2024 | 18:53 WIB

Terkini

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 17:53 WIB

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

Sidang Korupsi Haji, Gus Alex Singgung Nama Nusron Wahid: Tunggu Saja, Biar Dia Muncul

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:52 WIB

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Financial Anxiety: Saat Memikirkan Uang Lebih Melelahkan dari Mencari Uang

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:45 WIB

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

SAR Perluas Pencarian 129 Penumpang KM Virgo Transport 8

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 17:42 WIB

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Tren Aplikasi Ringkasan Buku: Solusi Hemat Waktu atau Ancaman Daya Kritis?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:40 WIB

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

Akui Data Bansos Belum Akurat, Mensos Janji Tuntaskan Aduan Warga dalam Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

Daftar Penerima MBG Dirombak, 1.653 Sekolah Dicoret!

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:36 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

Draf Regulasi Tak Kunjung Diproses Setneg, Natalius Pigai Mengaku Sudah Hopeless

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:25 WIB

×