CEK FAKTA: Gus Muhaimin Sebut Anggaran Sektor Iklim Di Bawah Sektor Lain, Benarkah?

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 21 Januari 2024 | 20:51 WIB
CEK FAKTA: Gus Muhaimin Sebut Anggaran Sektor Iklim Di Bawah Sektor Lain, Benarkah?
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut satu, Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan saat Debat Capres-Cawapres keempat di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut bahwa anggaran sektor iklim lebih rendah dari sektor lain. Hal ini ia katakan dalam penyampaian visi misi di debat cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (21/1/2024) malam.

Diketahui, tema debat cawapres kali ini adalah terkait Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat dan Desa.

Lantas benarkah apa yang disebut Cak Imin terkait anggaran sektor iklim lebih rendah dari sektor lainnya?

Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), pemerintah telah mengalokasikan anggaran perubahan iklim sebesar Rp 307,94 triliun sepanjang 2018 hingga 2020. Artinya, kata Kemenkeu, rata-rata alokasi anggarannya bisa menyentuh Rp 102,65 triliun per tahun.

Alokasi 2018-2020 setara 4,3% dari total APBN periode tersebut. Dari dana yang dialokasikan itu, pemerintah telah membelanjakan anggaran perubahan iklim sebesar Rp 209,57 triliun atau 91,1% dari alokasi APBN kumulatif 2018-2019.

Meski demikian, secara tren alokasi anggaran perubahan iklim di Indonesia terus menurun sepanjang 2018 hingga 2020.

Kemenkeu mencatat, alokasi anggaran perubahan iklim pada 2018 sebesar Rp132,47 triliun. Dari jumlah tersebut, anggaran yang berhasil direalisasikan sebesar Rp126,04 triliun atau 95,14% dari total alokasi anggaran periode tersebut.

Kemudian, alokasi anggaran perubahan iklim pada 2019 turun 26,27% dari tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) menjadi Rp 97,66 triliun. Tercatat, anggaran yang berhasil terealisasi mencapai Rp 83,54 triliun (85,54%).

Selanjutnya, pemerintah mengalokasikan anggaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sebesar Rp 77,81 triliun sesuai APBN Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Jumlah tersebut turun 20,32% (yoy) dari alokasi anggaran pada 2019.

Kemenkeu mengatakan, sejak 2018 sampai 2019, anggaran perubahan iklim lebih banyak dibelanjakan untuk anggaran mitigasi yang mencapai Rp 129,93 triliun atau sebesar 62% dari total realisasi anggaran perubahan iklim pada periode tersebut.

Di sisi lain, pemerintah konsisten dalam hal belanja kegiatan adaptasi perubahan iklim dengan total selama 2018-2019 mencapai Rp 66,64 triliun (31,8%) atau secara rata-rata mencapai Rp 33,32 per tahun.

Kemenkeu mencatat, kegiatan co-benefit secara akumulatif dari 2018 sampai 2019 mencapai Rp 13,01 triliun (6,2%).

Sementara, pada 2020 pemerintah mengalokasikan anggaran belanja perubahan iklim sebesar Rp 77,71 triliun dengan komposisi anggaran mitigasi sebesar Rp 41,65 triliun (53,5%), anggaran adaptasi sebesar Rp 33,30 triliun (42,8%), dan anggaran co-benefit mencapai Rp 2,86 triliun (3,7%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debat Keempat Capres Cawapres, Gus Muhaimin Soroti Persoalan Petani Gurem hingga Penanganan Krisis Iklim

Debat Keempat Capres Cawapres, Gus Muhaimin Soroti Persoalan Petani Gurem hingga Penanganan Krisis Iklim

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:48 WIB

Mahfud MD: Keterbukaan Informasi Dibutuhkan Selesaikan Kasus Sumber Daya Alam dan Energi

Mahfud MD: Keterbukaan Informasi Dibutuhkan Selesaikan Kasus Sumber Daya Alam dan Energi

News | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:40 WIB

Disindir Gibran Jelaskan Produktivitas Petani Sambil Lihat Catatan, Cak Imin Cuma Bisa Nyengir

Disindir Gibran Jelaskan Produktivitas Petani Sambil Lihat Catatan, Cak Imin Cuma Bisa Nyengir

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:38 WIB

Cak Imin Ungkit Konflik Agraria, Singgung Keseimbangan Manusia dan Alam dalam Pembangunan

Cak Imin Ungkit Konflik Agraria, Singgung Keseimbangan Manusia dan Alam dalam Pembangunan

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:37 WIB

Cak Imin Ingin Fokus Libatkan Petani Dalam Memastikan Pangan Nasional

Cak Imin Ingin Fokus Libatkan Petani Dalam Memastikan Pangan Nasional

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:36 WIB

Sindiran Gibran ke Muhaimin Iskandar saat Jawab Tema soal Pangan: Enak Banget Gus Jawabnya Baca Catatan

Sindiran Gibran ke Muhaimin Iskandar saat Jawab Tema soal Pangan: Enak Banget Gus Jawabnya Baca Catatan

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:31 WIB

Kritik Pernyataan Gibran Soal Pembangunan Rendah Karbon, Cak Imin: Apa Yang Mau Dilanjutkan?

Kritik Pernyataan Gibran Soal Pembangunan Rendah Karbon, Cak Imin: Apa Yang Mau Dilanjutkan?

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:31 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB