Warga Tak Mau Disurvei Demi Dapat Bansos, Indopol Tak Rilis Jajak Pendapat Pilpres Januari 2024

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 25 Januari 2024 | 17:08 WIB
Warga Tak Mau Disurvei Demi Dapat Bansos, Indopol Tak Rilis Jajak Pendapat Pilpres Januari 2024
Pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024. [Suara.com/Emma]

Suara.com - Lembaga survei Indonesia Political Survey & Consulting (Survei Indopol) memutuskan untuk tak merilis hasil jajak pendapat mengenai elektabilitas capres dan cawapres di Pilpres 2024 bulan Januari 2024 ini. Pihak Indopol mengklaim menemukan sejumlah anomali saat melakukan penelitian pada 8-15 Januari.

Direktur Eksekutif Indopol Survei, Ratno Sulistiyanto, mengatakan temuan survei Indopol di Provinsi Jawa Timur, ditemukan adanya pergeseran elektabilitas capres-cawapres jika dilihat dari pola dukungan di tiap-tiap wilayah kabupaten, khususnya di wilayah basis pemilih PDIP.

Angka pemilih yang belum menentukan atau undecided voters terlalu tinggi hingga dianggap tidak normal. Di antaranya seperti yang didapat di Kabupaten Blitar dengan 85 persen, Kota Probolinggo 43 persen, Kabupaten Banyuwangi 20 persen, dan Kota Bondowoso 70 persen.

"Lalu, Kabupaten Jombang 67.5 persen, Kabupaten Kediri 40 persen, Kabupaten Lamongan 46 persen, dan Kabupaten Mojokerto 55 persen," ujar Ratno kepada wartawan, Kamis (25/1/2024).

Ia menyebut gejala anomali perilaku pemilih ini diperkuat dari permasalahan ekternal dalam penelitian survei ini. Ditemukan beberapa permasalahan di lapangan dari laporan para surveyor seperti, di Jawa Timur yang mencakup Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Blitar, Kabupaten Banyuwangi tercatat ada permasalah pihak kelurahan tidak memberikan stempel di lembar acak KK dengan alasan sudah mendekati Pemilu 2024.

Pihak kelurahan disebutnya melakukan ini agar wilayahnya tidak terpetakan secara politik.

"Selain itu, kata surveyor, ketua RT menyampaikan bahwa hasil kesepakatan warga di wilayahnya untuk sementara waktu tidak menerima survei, agar wilayahnya tidak terpetakan dan tidak berimbas pada penerimaan bansos," katanya.

Lalu di Kabupaten Bangkalan, kepala desa memilihkan nama responden dengan dalih keamanan dan menjaga daerah tetap kondusif secara politik.

Wilayah Kabupaten Lamongan, kepala desa menolak wilayahnya untuk dijadikan wilayah terpilih dalam survei diakibatkan ketakutan akan pengalaman akan pilkada sebelumnya terkait dievaluasi PKH di daerah tersebut.

baca juga

Di wilayah Jawa Barat seperti Kota Depok, Kota Bandung dan Kota Bekasi, permasalahnnya ada beberapa RT menyarankan tidak melakukan survei random KK karena takut ada masalah politik.

"Selain beberapa wilayah kelurahan survei menolak didatangi lembaga survei dengan dalih lembaga survei telah mendukung salah satu paslon capres-cawapres," jelasnya.

Pasangan Anies-Muhaimin nomor urut 1, Prabowo-Gibran nomor ururt 2, dan Ganjar-Mahfud nomor urut 3 saat penetapan nomor urut pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]
Pasangan Anies-Muhaimin nomor urut 1, Prabowo-Gibran nomor ururt 2, dan Ganjar-Mahfud nomor urut 3 saat penetapan nomor urut pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11/2023). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta]

Ratno mengatakan, secara metodologi memang sudah ada solusi untuk mendapatkan responden pengganti. Namun, menurutnya kejadian ini adalah gejala munculnya anomali perilaku pemilih.

Kebanyakan pemilih bahkan tak mau memberikan jawaban atau menyatakan tidak tahu.

"Artinya bahwa angka elektabilitas capres-cawapres 2024 tidak menggambarkan kondisi yang sesungguhnya," tuturnya.

"Oleh karena itu, hasil survei Indopol Survei pada periode 8-15 Januari 2024 ini diputuskan tidak merilis/mempublikasikan hasil survei tersebut," tambahnya memungkasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pastikan Penyaluran Bansos Berjalan, Menko Airlangga Kunjungi Warga Indramayu

Pastikan Penyaluran Bansos Berjalan, Menko Airlangga Kunjungi Warga Indramayu

News | Kamis, 25 Januari 2024 | 08:40 WIB

Kolaborasi Salurkan Donasi untuk Cegah Stunting dan Gizi Buruk di Indonesia

Kolaborasi Salurkan Donasi untuk Cegah Stunting dan Gizi Buruk di Indonesia

Press Release | Selasa, 23 Januari 2024 | 14:05 WIB

Penyaluran Bansos Beras 2024 Dijamin Cepat dan Tepat Waktu, Begini Strateginya

Penyaluran Bansos Beras 2024 Dijamin Cepat dan Tepat Waktu, Begini Strateginya

Bisnis | Senin, 22 Januari 2024 | 16:40 WIB

Lihat Antusias Warga Sidoarjo, Ganjar Yakin Menang Satu Putaran di Jawa Timur

Lihat Antusias Warga Sidoarjo, Ganjar Yakin Menang Satu Putaran di Jawa Timur

News | Senin, 22 Januari 2024 | 15:10 WIB

Profil Pesantren Al Falah Ploso, Lokasi Pernikahan Mewah Gus Sunny dengan Perempuan 18 Tahun

Profil Pesantren Al Falah Ploso, Lokasi Pernikahan Mewah Gus Sunny dengan Perempuan 18 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:16 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×