Anies kata dia, hanya mengutus orang untuk menyampaikan keputusannya bahwa ia sudah menyegel kesepakatan dengan Muhaimin.
"Demokrat, dengan demikian, dipersilahkan memilih: keluar dari Koalisi atau bertahan tanpa martabat. Sejarah mencatat: AHY memilih martabat bagi Demokrat," ujar Rachland Nashidik.