Willem Wandik Maju Calon Gubernur Papua Tengah, Kasus Grand Caribou Kembali Disorot

Chandra Iswinarno

Selasa, 01 Oktober 2024 | 19:56 WIB
Willem Wandik Maju Calon Gubernur Papua Tengah, Kasus Grand Caribou Kembali Disorot
Cagub Papua Tengah Willem Wandik. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Menjelang Pilkada Papua Tengah, nama Willem Wandik kembali mencuat. Mantan Bupati Puncak Papua periode 2013-2023 itu kini resmi menjadi salah satu bakal calon Gubernur Papua Tengah.

Namun, di tengah langkah politiknya, kasus dugaan korupsi yang melibatkan pengadaan pesawat Grand Caribou senilai Rp 116 miliar pada 2015 kembali menjadi sorotan publik. Wartawan senior Aat Surya Safaat mengingatkan Kejaksaan Agung agar serius menindaklanjuti kasus ini.

"Masyarakat, terutama mahasiswa asal Puncak Papua di Jakarta, ingin tahu apa kendalanya. Mengapa proses hukum terkesan berlarut-larut, padahal Wandik kini mencalonkan diri sebagai gubernur?" ungkapnya di Jakarta, Sabtu (27/7/2024).

Aat mengakui pernah meliput langsung ke Kabupaten Puncak pada 2017 dan hingga kini tetap berhubungan baik dengan sejumlah tokoh masyarakat dan mahasiswa asal wilayah tersebut.

Ia menilai, momentum pilkada ini menjadi penting untuk menjernihkan berbagai persoalan yang menyangkut calon pemimpin daerah.

Kasus pengadaan pesawat Grand Caribou tersebut tidak bisa dianggap enteng. Forum Mahasiswa Peduli Pembangunan Papua (FMPPP) Kabupaten Puncak dalam laporannya ke Kejaksaan Agung menyebutkan bahwa proyek pengadaan pesawat ini menelan biaya fantastis Rp 116 miliar, bahkan dengan biaya tambahan bisa mencapai Rp 146 miliar.

Dana untuk pembelian pesawat itu bersumber dari APBD Kabupaten Puncak Tahun Anggaran 2015, dan 100 persen dana tersebut sudah dibayarkan. Namun, pesawat yang dibeli dinilai sudah tidak layak pakai dan harganya sangat mahal. Pesawat Grand Caribou yang merupakan keluaran tahun 1960 ini bahkan jatuh di Mimika Papua pada 31 Oktober 2016, kurang dari sebulan setelah beroperasi.

Ironisnya, pengadaan pesawat tersebut dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 160 Tahun 2015 yang membatasi usia pesawat untuk angkutan niaga hingga 30 tahun. Pesawat yang dibuat oleh Viking Air Limited ini direka ulang oleh Pen Turbo Aircraft Inc sebelum dijual kepada Pemkab Puncak Papua.

Tak hanya soal pengadaan pesawat, Wandik juga dihadapkan dengan dugaan penyelewengan Dana Bansos tahun 2013 senilai Rp 15 miliar di Kabupaten Puncak Papua. Kejaksaan Agung sudah memanggil sejumlah saksi dan menyelidiki kasus ini, namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait tindak lanjut kasus tersebut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Willem Wandik Unggul Di Survei Pilgub Papua Tengah

Willem Wandik Unggul Di Survei Pilgub Papua Tengah

Kotak Suara | Kamis, 20 Juni 2024 | 20:51 WIB

Bukan Arogansi Puan, Willem Wandik Ungkap soal Mikrofon Mati di Rapat Paripurna DPR: Emang Waktu Interupsi Sudah Habis

Bukan Arogansi Puan, Willem Wandik Ungkap soal Mikrofon Mati di Rapat Paripurna DPR: Emang Waktu Interupsi Sudah Habis

News | Kamis, 08 September 2022 | 17:13 WIB

Dipuji usai DPR Sahkan RUU DOB, Bupati Willem Wandik: Kami Orang Papu Terima Kasih ke Bapak Jokowi

Dipuji usai DPR Sahkan RUU DOB, Bupati Willem Wandik: Kami Orang Papu Terima Kasih ke Bapak Jokowi

News | Kamis, 30 Juni 2022 | 16:11 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×