PDIP Ancam Lapor MK Jika TNI, Polri dan Pejabat Negara Tak Netral Pada Pilkada Banten 2024

Hairul Alwan

Rabu, 20 November 2024 | 10:04 WIB
PDIP Ancam Lapor MK Jika TNI, Polri dan Pejabat Negara Tak Netral Pada Pilkada Banten 2024
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Asep Rahmatullah memberi keterangan kepada awak media.

Suara.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Provinsi Banten mengancam akan melaporkan anggota TNI / Polri, pejabat negara hingga kepala desa ke Mahkamah Konstitusi (MK) bila terbukti tak netral dalam pelaksanaan Pilkada Serentak di Banten.

Hal tersebut menyusul terbitnya amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara nomor 136/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan permohonan uji materil pasal 187 undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota terhadap UUD 1945.

Dalam putusan MK tersebut, dinyatakan ketentuan Pasal 188 UU 1/2015 sebagaimana telah diubah oleh UU Nomor 10 Tahun 2016 bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat kecuali jika dimaknai.

"Setiap pejabat negara, pejabat daerah, pejabat Aparatur Sipil Negara, anggota TNI/Polri, serta Kepala Desa atau sebutan lainnya/Lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan Pasal 71, dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600.000 atau paling banyak Rp6.000.000,".

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Asep Rahmatullah, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait ketidak netralan anggota TNI/Polri, pejabat negara hingga kepala desa dalam pelaksaan Pilkada Serentak di Provinsi Banten.

"Kami sudah mengumpulkan bukti-bukti yang nanti akan kita bawa ke MK dan juga ke sengketa pilkada bila ini terus berlanjut," kata Asep kepada awak media, Selasa (19/11/2024).

"Nanti kita gunakan gugatan ke depan, terutama APDESI, baik itu oknum TNI/Polri, kita sudah punya catatan semua untuk ke depan kita bawa ke sengketa pilkada," imbuhnya.

Asep mengaku bersyukur atas terbitnya putusan MK nomor 136 lantaran bisa menjadi landasan dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak agar lebih demokratis tanpa ada upaya intervensi dan intimidasi dari pihak manapun.

Pasalnya, terbitnya putusan MK nomor 136 seolah memberikan kepastian hukum yang konkret bagi para TNI/Polri, pejabat negara hingga kepala desa yang terbukti melakukan pelanggaran netralitas dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

baca juga

"Ya ini kan jadi sebuah cerminan dari demokrasi ini bagaimana anak bangsa menjadikan bangsa ini lebih baik ke depan, tapi kalau kekuasaan atau abuse of power untuk kepentingan orang per orang artinya itu tidak netral, dan ini merusak dan mencederai demokrasi itu sendiri. Dan PDI Perjuangan memiliki kekhawatiran tentang itu," ujarnya.

"Putusan MK nomor 136 ini menjadi rules of the game dalam menghadapi Pilkada Serentak, kalau kita dalam hal apapun tidak memiliki aturan yang jelas kan buat apa ada pemilu, buat apa ada demokrasi," papar Asep.

Karenanya, dengan tegas Asep meminta seluruh unsur TNI/Polri, pejabat negara hingga kades bersikap netral dengan tidak mencoba melakukan intervensi atau intimidasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Provinsi Banten.

"Mari kita jaga demokrasi ini luber dan jurdil untuk melahirkan pemimpin yang betul-betul diterima oleh rakyat. Kami minta agar betul-betul dijaga, saya yakin di sisi polisi itu hanyalah oknum, tapi kita perlu mengingatkan agar pimpinan tertinggi kepolisian agar mengingatkan jajaran ke bawahnya untuk mengindahkan putusan MK ini," tandas Asep.

Kontributor : Yandi Sofyan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jagoannya Gagal Maju, 15 Ribu Anak Abah Bakal Kawal Suara Pramono-Rano di Pilkada Jakarta

Jagoannya Gagal Maju, 15 Ribu Anak Abah Bakal Kawal Suara Pramono-Rano di Pilkada Jakarta

Kotak Suara | Rabu, 20 November 2024 | 04:25 WIB

Polisi Ungkap Lab Narkoba Hasis di Vila Uluwatu Bali Hasilkan Duit Rp 1,5 Triliun Dalam 2 Bulan

Polisi Ungkap Lab Narkoba Hasis di Vila Uluwatu Bali Hasilkan Duit Rp 1,5 Triliun Dalam 2 Bulan

News | Selasa, 19 November 2024 | 20:14 WIB

Gerindra Minta Hasto Jangan Baper Terkait Pilgubsu 2024: Bobby Nasution Solusi Pembangunan di Sumut

Gerindra Minta Hasto Jangan Baper Terkait Pilgubsu 2024: Bobby Nasution Solusi Pembangunan di Sumut

Kotak Suara | Selasa, 19 November 2024 | 19:13 WIB

Djarot PDIP Singgung Jokowi yang Blak-blakan Dukung RK-Suswono: Gusti Allah Mboten Sare

Djarot PDIP Singgung Jokowi yang Blak-blakan Dukung RK-Suswono: Gusti Allah Mboten Sare

News | Selasa, 19 November 2024 | 13:35 WIB

Tragedi Deli Serdang: Saat Kepercayaan Publik Terhadap TNI Justru Dibalas Kekerasan

Tragedi Deli Serdang: Saat Kepercayaan Publik Terhadap TNI Justru Dibalas Kekerasan

Liks | Selasa, 19 November 2024 | 11:09 WIB

Miris! Ribuan Anggota TNI-Polri Terseret Judi Online, Sinyal Pembenahan?

Miris! Ribuan Anggota TNI-Polri Terseret Judi Online, Sinyal Pembenahan?

Your Say | Senin, 18 November 2024 | 13:46 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×