Elite Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyoroti pernyataan kontroversial dari PDI Perjuangan. Kali ini terkait dengan wacana majunya Kaesang Pangarep di Depok.
Dirinya merasa aneh dengan ucapan dari partai yang disebut wakil wong cilik tersebut karena seperti menghalangi dukungan yang didatangkan dari PSI.
Menurutnya, pernyataan yang mengharuskan satu keluarga berafiliasi dengan satu partai terbilang aneh, Kaesang sendiri bukan petugas dari PDI Perjuangan.
"Ini aneh sih. Masak Kaesang dilarang maju jadi calon walikota Depok dengan dukungan PSI? Masak harus lewat PDIP? Kaesang kan bukan petugas partai PDIP?," cuitnya lewat akun media sosial pribadinya, @adearmando61, Selasa (6/6/23).
Unggahan Ade ditanggapi secara beragam, beberapa diantaranya mengatakan bahwa partai berlambang kepala banteng itu memang mengharuskan satu keluarga sama visi dan dukung PDI Perjuangan.
"Di PDIP, Bapak Ibu Anak, Suami Isteri tidak boleh beda Partai," cuit @kota_0967.
"Pak Jarot kan bilang kalo mau pake partai lain ya Monggo? Artine di persilahkan , tapi PDI P memang punya aturan satu keluarga satu partai," ucap @CerishIva.