Istana kerap dituduh menjegal bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan melalui sejumlah upaya.
Terbaru, PDI Perjuangan (PDIP) tengah merencanakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di mana hal tersebut dianggap sebagai upaya menarik Demokrat dari KPP agar Anies kehilangan tiket.
Menurut Pakar Politik Eep Saefulloh Fatah, seandainya tiga kandidat calon presiden yang ada mendapat tiket calon presiden, kemungkinan besar pemilihan harus dilakukan dalam dua putaran.
Ia memastikan bahwa Ganjar Pranowo akan masuk ke putaran kedua. Namun, posisi kedua masih belum bisa dipastikan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Ketika kami cross tabulasi dengan beberapa variabel maka yang ketemu adalah jika Pemilu presiden diadakan pada bulan Maret (2023) kemaren, maka di putaran pertama nomor satunya Mas Ganjar,” ujar Eep, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Forum News Network pada Rabu (14/6/2023).
Diungkap Eep, hasil pemilihan tersebut didapat dengan adanya temuan bahwa banyak responden yang merahasiakan pilihannya.