Isu Penumpang Gelap Tunggangi Kebijakan Jokowi, Ekspor Pasir Laut Disoroti: Kami Tahunya Langsung Muncul PP

Suara Liberte | Suara.com

Rabu, 14 Juni 2023 | 13:40 WIB
Isu Penumpang Gelap Tunggangi Kebijakan Jokowi, Ekspor Pasir Laut Disoroti: Kami Tahunya Langsung Muncul PP
Ilustrasi penambangan pasir laut (pexels.com)

Elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet menyayangkan tak adanya pelibatan publik dalam perumusan aturan ekspor pasir laut yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dirinya mengatakan bahwa hal ini mengkhawatirkan, terlebih kebijakan tersebut berpotensi besar untuk merusak ekosistem laut di Indonesia.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini menyebut kebijakan tersebut seperti buru-buru dibuat bahkan "ujug-ujug" ada tanpa adanya angin pemberitahuan sebelumnya.

“Saya tidak melihat ada (penyusunan) RPP yang melibatkan publik. Kami tahu-tahunya kan langsung muncul PP, biasanya RPP juga minimal angin-angin sayup denger lah," ucap Slamet, dalam keterangan tertulis yang dikutip Suara Liberte, Rabu (14/6/2023).

Tak hanya itu, karena tak adanya transparansi tersebut, dirinya mencurigai adanya penumpang gelap dalam perumusan kebijakan ekspor pasir laut.

Terlebih tak adanya keseriusan pemerintah dalam merumuskan hal tersebut dengan menghadirkan akademisi guna memberikan masukan terkait masalah lingkungan yang bisa ditimbulkan lewat pengerukan pasir itu.

“Sehingga betul-betul transparansi ada Pak. Apakah sudah dilakukan yang disampaikan bahwa dengan apa dengan alat yang canggih waktu itu juru bicaranya, tidak akan merusak, jurnalnya mana? sehingga kami kan posisinya kami akan memberikan dukungan kalau ini memang menghadirkan PNBP,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kebijakan ekspor pasir laut tak hanya akan berefek positif terhadap perekonomian dari Indonesia.

Pejabat negara ini juga menyebut bahkan kebijakan ini juga akan melindungi kesehatan dari ekosistem laut tanah air. Katanya, pengerukan pasir hasil sedimentasi bisa mencegah kerusakan terumbu karang dan padang lamun.

"Itulah filosofi PP, ini barang yang merusak lingkungan. Kalau dia menutupi terumbu karang, menutupi padang lamun, ya itu sudah pasti merusak lingkungan. Inilah yang kita ambil," ungkap Trenggono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibuat Buru-buru, PKS Tentang Jokowi Soal Ekspor Pasir Laut: Jangan Main-main Saat Bikin Aturan!

Dibuat Buru-buru, PKS Tentang Jokowi Soal Ekspor Pasir Laut: Jangan Main-main Saat Bikin Aturan!

| Rabu, 14 Juni 2023 | 12:40 WIB

Efek Menterinya Jokowi Tak Suka "Miring-miring", IKN Jadinya Siap-siap Digarap Warga Asing: Terus Pribumi Ngapain?

Efek Menterinya Jokowi Tak Suka "Miring-miring", IKN Jadinya Siap-siap Digarap Warga Asing: Terus Pribumi Ngapain?

| Rabu, 14 Juni 2023 | 11:40 WIB

Masyarakat Jadi Ribut, DPR Minta Jokowi Kaji Ulang Kebijakan Ekspor Pasir Laut

Masyarakat Jadi Ribut, DPR Minta Jokowi Kaji Ulang Kebijakan Ekspor Pasir Laut

| Rabu, 14 Juni 2023 | 08:30 WIB

Terkini

Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong

Kasus KUR BSI Rp9,5 Miliar Disidang, Petani Tambak Udang Disebut Teken Dokumen Kosong

Sumsel | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:29 WIB

Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'

Pesona Elegan Anggun C Sasmi Bikin Wanda House of Jewels Jadikan 'D Color Lady'

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:19 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Stok Sapi Kurban di Sleman Ternyata Minus 5.381 Ekor, Warga yang Mau Kurban Harus Bagaimana?

Stok Sapi Kurban di Sleman Ternyata Minus 5.381 Ekor, Warga yang Mau Kurban Harus Bagaimana?

Jogja | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:09 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

Puluhan Tas Mewah dan Perhiasan Sandra Dewi yang Laku Terjual di Pelelangan BPA Fair

Puluhan Tas Mewah dan Perhiasan Sandra Dewi yang Laku Terjual di Pelelangan BPA Fair

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:45 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Berburu Harta Karun Koruptor, Jejouw Gigit Jari Gagal Bawa Pulang Harley Davidson

Berburu Harta Karun Koruptor, Jejouw Gigit Jari Gagal Bawa Pulang Harley Davidson

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:30 WIB