LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

Bangun Santoso

Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Umum LKPP, Hermawan (tengah). (Suara.com/Dinda)
baca 10 detik
  • LKPP mencatat rata-rata anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah mencapai nilai fantastis sebesar Rp1.200 triliun setiap tahunnya.
  • Sistem pengadaan kini telah bertransformasi ke arah digital untuk menjamin transparansi data bagi publik tanpa harus login.
  • Kendala aksesibilitas data masih terjadi akibat rendahnya literasi masyarakat terhadap istilah teknis dan perlunya peningkatan integritas SDM.

Suara.com - Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengungkapkan bahwa rata-rata anggaran pengadaan barang dan jasa pemerintah mencapai angka fantastis, yakni Rp1.200 triliun per tahun.

Meski proses digitalisasi terus digenjot, LKPP mengakui masih adanya kendala dalam hal aksesibilitas data bagi masyarakat awam.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Umum LKPP, Hermawan, menjelaskan bahwa nilai pengadaan yang tercatat saat ini memang berada di angka Rp800 triliun, namun jumlah tersebut dipastikan akan terus bertumbuh seiring berjalannya tahun anggaran.

"Sebenarnya rata-rata 1.200 triliun per tahun, rata-rata. Memang per hari ini masih 800 triliun tapi biasanya akan tumbuh, akan muncul lagi. Sampai nol desimal kedua itu bisa dikalikan," ujar Hermawan dalam sebuah diskusi publik bersama ICW (Indonesia Corruption Watch) di Resonansi Space, Jakarta Selatan pada Kamis (21/5/2026).

Transformasi Digital dan Keterbukaan Data

Hermawan mengenang bagaimana proses pengadaan di Indonesia bertransformasi dari sistem manual yang rentan, menuju sistem elektronik sejak berdirinya LKPP.

Ia menegaskan bahwa prinsip transparansi kini menjadi ujung tombak dalam setiap proses belanja negara.

"Dulu orang pegang mouse saja gemeteran lah kira-kira begitu. Bertransformasi begitu LKPP dibentuk, kemudian kita membangun satu sistem. Makin banyak orang paham tentang pengadaan makin bagus," ujarnya.

Menurutnya, data pengadaan saat ini sudah sangat terbuka dan bisa diakses oleh siapa pun tanpa harus melakukan pengisian data diri atau login.

baca juga

Hal ini dilakukan agar publik, termasuk media dan peneliti, bisa ikut serta mengawasi penggunaan uang pajak.

"Setransparan itu dan catatannya kira-kira data itu bisa kita ambil, kita peroleh tanpa harus login. Harapannya taxpayer kita juga bisa ngecek gitu ya. Jadi publik bisa ramai-ramai ngecek data," tambah Hermawan.

Kendala Sistem dan Literasi Publik

Meski data sudah tersedia, Hermawan mengakui bahwa sistem yang dibangun pemerintah saat ini belum cukup mudah untuk dipahami oleh masyarakat umum yang tidak memiliki latar belakang teknis pengadaan.

"Memang sampai hari ini harus kita akui mungkin sistem yang kami bangun itu belum terlalu user friendly sehingga publik memang harus ditambahkan fitur-fitur lain yang lebih user friendly," akunya.

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan literasi (literacy gap) di tengah masyarakat terkait istilah-istilah teknis dalam pengadaan, seperti HPS (Harga Perkiraan Sendiri) atau SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:27 WIB

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

Modus Adonan Tepung, WNA India Sembunyikan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 19:46 WIB

Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq

Modus 'Plotting' Pegawai dan Pengondisian Lelang: KPK Bongkar Peran Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:28 WIB

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

KPK: 25 Persen Kasus Korupsi Berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:24 WIB

Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar

Pakai AI, Peneliti Temukan Pengadaan Aneh Komdigi: Sewa Tanaman Hias Tembus Rp1 Miliar

Tekno | Jum'at, 17 April 2026 | 18:44 WIB

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Dari Cedera hingga Recovery, Layanan Fisioterapi di Jakarta Utara Dukung Aktivitas Olahraga

Sport | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

Kursi DPR Mau Ditambah 11, RUU Pemilu Godok Minimal 4 Kursi per Dapil

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Ikano Unpad Desak Reformasi Hukum Notaris Hadapi Ancaman AI dan Cyber Notary

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Berawal dari 5,76 Gram Sabu, Polisi Bongkar Simpanan 81,86 Gram di Kos Kendal

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×