Dewan Pakar ICMI Ungkap 'Kelahiran' Kesenjangan Sosial Akibat Kebijakan Ekonomi yang Salah Arah

Suara Liberte | Suara.com

Jum'at, 16 Juni 2023 | 15:13 WIB
Dewan Pakar ICMI Ungkap 'Kelahiran' Kesenjangan Sosial Akibat Kebijakan Ekonomi yang Salah Arah
Potret Keluarga Miskin (Antara/Dedi Mulyadi)

Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat mengatakan bahwa ada tiga macam kesenjangan sosial yang lahir dari kebijakan ekonomi nasional. Pada gilirannya, memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi.

Profesor Didin S. Damanhuri menyimpulkan bahwa pertumbuhan rata-rata ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo kurang berkualitas, mencapai 5,03% selama periode 2015-2019. Kualitas ini dinilai dari tiga indikator, pertama rincian laju pertumbuhan lapangan usaha, kedua komponen sisi pengeluaran, dan terakhir dampak pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Sebagai gambaran luas, Prof. Didin menjabarkan tiga model orientasi pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. Dari sini akan terlihat ada di model mana pemerintah Indonesia menggunakannya untuk perekonomian nasional.

"Pertama model Orientasi Pembangunan Ekonomi (Growth Through Equity), yang digunakan Malaysia (1981-2003), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan," paparnya dalam diskusi virtual, seperti dikutip Liberte Suara, Jumat (16/6/2023).

Model kedua, lanjut Prof. Didin, Pertumbuhan Ekonomi Bersama Pemerataan (Growth with Equity). Indonesia di masa Presiden Soeharto (1974-1978) pernah menggunakan model ini. Hasilnya pertumbuhan rata-rata ekonomi negara sebesar 7,5%. 

Model ketiga adalah Orientasi Pertumbuhan Ekonomi at all Cost (GDP Oriented). Indonesia menggunakan model pembangunan ekonomi ini pertama di Era Reformasi (2000-2014) melalui privatisasi besar-besaran. Selanjutnya dipakai pemerintah Indonesia dalam praktik utang luar negeri dan infrastruktur fisik masif antara lain jalan tol, pelabuhan laut dan udara, dan transportasi umum publik berbasis rel, serta Ibu Kota Negara Nusantara, dan lain-lain.

Model GDP Oriented saat ini digunakan oleh Indonesia dan China. Prof. Didin mengatakan terdapat perbedaan antarkeduanya. China peran negara sangat kuat akibat pengaruh Partai Komunis China (PKC) yang kuat menjaga pemerataan dan pemberantasan korupsi. Sebaliknya, Indonesia justru memiliki peran negara sangat minimum.

Prof. Didin kemudian menyimpulkan pembangunan ekonomi GDP Oriented berdampak melahirkan tiga macam kesenjangan sosial. Pertama dalah kesenjangan antargolongan pendapatan antara lain, menurut Credit Suisse pada 2021, bahwa 1% orang terkaya sama dengan 46% seluruh penduduk Indonesia. Dan, 10% orang terkaya sama dengan 75,3% jumlah kekayaan seluruh penduduk.

Kedua adalah kesenjangan antarwilayah. Profesor ICMI memberikan satu dari sekian contoh yaitu sumbangsih Pulau Jawa terhadap kekayaan nasional, yang diukur dari PDB), mencapai 58,48%. Padahal luas pulau terpadat di Indonesia itu hanya sekitar 3% wilayah nasional.

Kesenjangan antarsektor menjadi model yang ketiga diutarakan Prof. Didin. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dihadapkan dengan usaha besar. Padahal kontribusi UMKM terhadap PDB tahun 2021 mencapai 63,34% dengan persentase 99,98% dari total usaha. Selain itu dari sisi kesempatan kerja, UMKM menyerap 96% angkatan kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menyoal Fenomena Pamer Gaya Hidup Mewah di Negara Pancasilais

Menyoal Fenomena Pamer Gaya Hidup Mewah di Negara Pancasilais

Your Say | Jum'at, 02 Juni 2023 | 13:01 WIB

Kasus Mario Dandy dalam Sudut Pandang Kemiskinan Daerah Istimewa Yogyakarta

Kasus Mario Dandy dalam Sudut Pandang Kemiskinan Daerah Istimewa Yogyakarta

Your Say | Minggu, 05 Maret 2023 | 11:50 WIB

Kesenjangan Sosial, Buta Kemanusiaan Masyarakat Urban

Kesenjangan Sosial, Buta Kemanusiaan Masyarakat Urban

News | Jum'at, 03 Maret 2023 | 09:46 WIB

Terkini

Kondisi TKP Kontrakan Cucu Mpok Nori yang Diduga Dibunuh eks Suami, Barang-barang Masih Berantakan

Kondisi TKP Kontrakan Cucu Mpok Nori yang Diduga Dibunuh eks Suami, Barang-barang Masih Berantakan

Video | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:06 WIB

Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Februari 2026 BYD, Pendatang Baru Mulai Curi Perhatian

Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris Februari 2026 BYD, Pendatang Baru Mulai Curi Perhatian

Otomotif | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:06 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Membludak, KAI Cirebon Berangkatkan 12.068 Penumpang Sehari

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:05 WIB

Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?

Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:04 WIB

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Penampilan Ahmad Assegaf Tanpa Tasya Farasya Bikin Pangling: Dulu Berasa Raja Dubai

Penampilan Ahmad Assegaf Tanpa Tasya Farasya Bikin Pangling: Dulu Berasa Raja Dubai

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

Pramono Anung Resmi Terapkan WFA ASN Usai Lebaran, Presensi Daring Wajib Tanpa Bolos

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:51 WIB

Jasa Marga Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di GT Cileunyi, Ini Strateginya

Jasa Marga Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di GT Cileunyi, Ini Strateginya

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:40 WIB

Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen

Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:39 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

Rudal Kiamat Iran Hantam Israel Pagi Ini, Ledakan Dahsyat Guncang Yerusalem

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:31 WIB