"Ini kan baru soft launch, tidak masalah digratiskan. Kalau rugi pasti rugi," kata Deddy dikutip dari Tempo.
Dia menjelaskan, semua perhitungan bisnis ketika awal operasi dalam investasi apapun pasti masih rugi. Menurut Deddy, KCJB baru bisa memperoleh laba setelah 30 tahun beroperasi.
"Memang kalau hanya jualan tiket saja (farebox) akan berat dan lama bagi KCIC (PT Kereta Cepat Indonesia China) yang akan balik modal," tutur Deddy.
Dia pun menyarankan, KCIC juga menjual non farebox alias penjualan non tiket, baik secara Transit Oriented Development (TOD) dan Transit Joint Development (TJD) lahan-lahan stasiun.
"Pasti akan lebih support ROI (return of investment)-nya," ujar dia.
Di samping itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan tiket kereta cepat akan digratiskan pada tahap pertama selama dua atau tiga bulan.
"(Mekanismenya) ticket war. Nanti lagi ditentukan semua kan peminatnya banyak," kata Kang Emil, sapaan dia, di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Juni 2023.
Setelah program tarif gratis selesai, kata dia, tiket KCJB akan dibanderol sekitar Rp300 ribu. Harga itu lebih tinggi dari harga tiket Argo Parahyangan yang berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu.
Baca Juga: Bahaya Keseringan Pakai Vibrator Pada Miss V, Bikin Longgar?
Adapun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan program tiket gratis KCJB akan turut dikoordinir oleh Polres dan Kodim setempat. Dia memperkirakan, tarif kereta cepat akan gratis selama 1,5 sampai 2 bulan setelah soft launching pada 18 Agustus 2023.