Politikus Partai Demokrat, Soeyoto, mengomentari ucapan terima kasih Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ucapan terima kasih tersebut karena utang Indonesia ke International Monetary Fund (IMF) telah dilunasi pemerintahan era SBY.
“Kita harus berterima kasih pada pemerintahan sebelum Pak Jokowi, yaitu di zamannya Pak SBY. Itu berhasil menyelesaikan utang kita ke IMF,” jelas Bahlil dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor BKPM, Jakarta, dikutip dari CNBC.
Menanggapi hal tersebut, Soeyoto mengungkit pernyataan Presiden Jokowi usai serat terima jabatan (sertijab) dari SBY kala itu. Dari pernyataannya, ditafsirkan Presiden Jokowi tidak mengakui utang Indonesia ke IMF telah dilunasi.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia tidak anti dengan IMF, Bank Dunia dan ADB karena Indonesia masih berutang ke sana.
"Siapa yang bilang Indonesia anti-IMF. Siapa? Kita kan masih minjem uang ke sana (IMF)," kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusumah sebelum berangkat ke Malaysia pada Minggu (26/4/2015).
Soeyoto bersyukur jika kini pemerintahan Presiden Jokowi telah mengakui bahwa SBY telah melunasi utang Indonesia ke IMF walaupun hanya melalui Bahlil.
“Syukurlah kalau sudah mengakui, walaupun lewat Bahlil,” ujar Soeyoto, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @soeyoto1 pada Senin (3/7/2023).
Pasalnya, di tahun 2015 Presiden Jokowi tidak mengakui bahwa utang ke IMF telah dilunasi di masa pemerintahan SBY. Bahkan, Presiden Jokowi mengatakannya dengan sinis.
Baca Juga: Daftar Gebrakan Erick Thohir Sejak Jadi Ketum PSSI, Apa Saja?
“Soalnya tahun 2015, 1 tahun setelah serah terima dari Presiden ke 6 ke Presiden ke 7 RI, Jokowi tidak mengakui Utang ke IMF sudah dilunasi Presiden SBY. Lihat saja Wajah dan sikap sinisnya di video itu,” ujar Soeyoto.