"Event ini mampu meningkatkan perekonomian Nusa Tenggara Barat hingga 3,5 persen pada kuartal I tahun 2022, jadi dampaknya luar biasa," kata Nicke dalam kegiatan Launching Pertamina GP of Indonesia di Senayan City, Jakarta, Sabtu (22/7).
Pada 2022, gelaran olahraga otomotif itu juga memberi sumbangsih terhadap perekonomian nasional senilai transaksi sekitar Rp5 triliun, yang diperoleh dari seluruh ekosistem yang mendukung dan terdampak positif dari acara tersebut. Sementara dari sisi UMKM, tercipta nilai transaksi hingga Rp800 miliar.
"Tenaga kerja langsung yang terserap di saat acara itu mencapai hingga 4.600 orang. Jadi pertumbuhan ekonomi berputar, transaksi demikian besar, penyerapan tenaga kerja juga terjadi," papar Nicke.
Untuk itu, antusias masyarakat di tahun kedua gelaran Pertamina GP of Indonesia ini diharapkan semakin meningkat. Sehingga dampak terhadap perekonomian, penyerapan tenaga kerja dan UMKM ikut meningkat.
Nicke menegaskan, Pertamina bersama pemerintah daerah dan penyelenggara juga terus berupaya meningkatkan sarana prasarana di lokasi acara, guna menambah kenyamanan bagi penonton yang hadir langsung. Peningkatan itu tak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian nasional, tapi juga membawa nama Pertamina dan Indonesia ke kancah dunia.
"Untuk itu, saya ingin mengajak seluruh masyarakat melalui komunitas motor dan media, bersama-sama ayo kita bangun kesadaran agar kita semua siap menerima para tamu-tamu yang akan menonton MotoGP di Mandalika agar semua penonton lebih nyaman," ujar Nicke.