Menteri BUMN Erick Thohir menjadi salah satu nama yang disebut oleh petinggi PDI Perjuangan Puan Maharani sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
Erick bersaing dengan empat nama lain sebagai bakal cawapres. Nama-nama ini sudah dikerucutkan oleh PDIP dari yang sebelumnya ada 10 nama.
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto merespons PDIP yang mencantumkan nama Menteri BUMN sebagai bakal cawapres untuk Ganjar.
Gigin menyoroti sejumlah proyek Kementerian BUMN yang pimpinan Erick. Salah satunya adalah kereta cepat Jakarta-Bandung yang menenlan biaya sangat mahal.
"Inilah proyek supermahal asal jadi," kata Gigin dalam Twitternya, seperti dilihat Liberte Suara, Selasa (25/7/2023).
Ia memberikan contoh lain serupa yaitu Bandara Kertajati. Gigin mengatakan bandara itu tidak laku lantaran aksesnya tidak menguntungkan bagi para pelanggan.
"Sama dengan Bandara Kertajati yang sampai sekarang gak laku," cuitnya, menambahkan.
Ia lantas menyoroti dana yang dipakai pemerintah. Kementerian BUMN dikatakannya selalu mendapat uang suntikan demi menjalankan operasional dua proyek raksasa dari pemerintah itu.
"Kalau rugi diinfus memakai uang negara entah sampai kapan," tutupnya.
Sebelumnya, seperti dilansir detik, Erick mengomentari fasilitas pendukung untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. Ia berpendapat, pihaknya mendorong pembangunan fasilitas pendukung di sekitar Stasiun Tegalluar.
Erick memang tengah menyoroti masalah akses dari dan ke Stasiun Tegalluar ini. Belum lama ini, ia menyampaikan perlu dipikirkan akses dari Stasiun Tegalluar setelah penumpang naik kereta cepat.