Anggota Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), Sudirman Said, mengomentari perihal Anies Baswedan yang belum bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon presiden.
Sudirman mengatakan dirinya selalu berharap Presiden Jokowi membuka pintu bagi semua pihak yang akan mengikuti kontestasi pemilihan presiden atau Pilpres 2024.
“Saya selalu berdoa ya mudah-mudahan Pak Joko Widodo kepaal negara kita itu membuka pintu bagi semuanya karena itu tampilan kenegarawanan sehingga beliau bisa menjadi payung bagi seluruh elemen politik,” ujar Sudirman, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Hersubeno Poin pada Kamis (27/7/2023).
Menurutnya, belum terjadinya pertemuan antara Anies dan Presiden Jokowi dikarenakan faktor waktu, bukan karena adanya perbedaan prinsip.
“Tadi kalau dikatakan mengapa belum bertemu, ya kita berharap soal waktu saja. Jadi bukan soal prinsip tapi soal waktu yang mungkin kadang-kadang kata Syahrir itu semuanya akan indah pada waktunya,” ujar Sudirman.
Ditanya soal upaya yang telah dilakukan, Juru Bicara Anies Baswedan ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengupayakan berbagai jalur.
“Melalui berbagai jalur kita menyampaikan pesan-pesan persahabatan dan Pak Anies juga menempatkan diri sebagai juniornya Pak Joko Widodo. Pernah menjadi bagian dari kabinetnya dan menyampaikan pesan-pesan positif saja,” ujar Sudirman.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan dengan dua bakal calon presiden Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Pertemuan terakhir antara Presiden Jokowi dan Anies Baswedan terjadi pada Oktober 2022 ketika Anies berpamitan usai purna tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Arya Saloka Blak-blakan Soal Teka-teki Rumah Tangganya dengan Putri Anne
Sementara itu, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan ada peluang untuk pertemuan Anies dan Presiden Jokowi. Hal itu diungkapnya saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta pada Selasa (18/7/2023) usai dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi.
“Saya gak menawarkan (pertemuan dengan Anies), tapi probability (kemungkinan) itu bisa saja,” ujar Surya Paloh.