Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengungkapkan PKB tetap bersama Partai Gerindra dalam menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.
Huda menyampaikan, sikap PKB ini sekaligus jawaban atas godaan yang dibuat petinggi PDI Perjuangan Puan Maharani soal bakal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.
"Sekali lagi itu semuanya masih dalam kerangka PKB solid, PKB masih kerja keras bersama dengan Gerindra. Jadi opini menyangkut soal PKB sudah tergoda kira-kira belum," kata Huda, dikutip Liberte Suara, Jumat (28/7/2023).
Bahkan, Huda menyebut bahwa PKB akan terus menyolidkan kontrak politik yang sudah ditandatangani dengan Gerindra. Muhaimin Iskandar akan berpotensi mendampingi Prabowo Subianto karena PKB dan Gerindra saling membutuhkan.
"Karena kami dengan Gerindra sama-sama butuh. Gerindra butuh untuk memenuhi 20% presidential treshold, PKB juga sama, dua-duanya membutuhkan baik pada konteks pemenuhan 20% presidential treshold maupun pada yang lain," jelas Huda, menambahkan.
Huda meyakini kekalahan Prabowo pada pilpres 2019 lalu karena tidak digandengnya Muhaimin sebagai cawapres dalam kontestasi itu.
Padahal, PKB memiliki lumbung suara besar di dua provinsi besar di Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Saya menyebutnya, Pak Prabowo dengan Gus Imin itu dwitunggal, jadi sama-sama melengkapi dua periode pilpres, dua putara pilpres, mohon maaf Pak Prabowo kalah kan kalahnya ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah," ujar Huda.
"Dan Jawa Timur, Jawa Tengah adalah address Gus Imin, address-nya PKB, karena lumbung suara PKB cukup kuat di Jawa Timur dan Jawa Tengah," terangnya, menambahkan.
Baca Juga: Akui Menyesal Nikah dengan Dewi Perssik, Ternyata Alasan Saipul Jamil Karena Hal Ini