Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan Erick Thohir berada di posisi pertama sebagai calon wakil presiden (cawapres) yang mendapatkan dukungan basis massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di nomor kedua, kata Burhanudi, adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang merepresentasikan organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama (NU).
“Basis PKB banyak yang memilih Erick Thohir dan Khofifah,” kata Burhanuddin dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Jumat (28/7/2023).
Untuk diketahui, hasil survei tatap muka terbaru dari Indikator Politik Indonesia periode 20-24 Juni 2023, menyatakan, Anggota Kehormatan Banser NU itu mendapatkan dukungan sebesar 33,1 persen di basis massa PKB.
Di sisi lain, Khofifah berada di tempat kedua dengan dukungan sebesar 25,3 persen.
Hasil bedah survei ini berdasarkan simulasi lima nama cawapres dengan elektabilitas tertinggi versi Indikator.
Dalam simulasi lima nama tersebut, Erick Thohir juga terekam bertengger di posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 22,9 persen. Di posisi kedua dan ketiga terdapat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan Menparekraf Sandiaga Uno.
Kemudian, di basis massa NU atau nahdliyin, Erick Thohir juga mendapatkan dukungan tertinggi. Ketua Steering Committee (SC) Panitia Harlah ke-100 NU mendapatkan dukungan sebesar 24,5 persen dari para nahdliyin atau warga NU.
Di belakang Erick Thohir terdapat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dengan memperoleh dukungan sebesar 21,0 persen. Dengan hasil ini, Erick Thohir menjadi pilihan utama di ‘basis hijau’ yakni pendukung PKB dan NU untuk menjadi cawapres di Pilpres 2024 mendatang.
Baca Juga: Survei Ungkap 61,3 Persen Rakyat Ingin Perubahan, Anies Harus Hadapi Dua Pertandingan
“Untuk cawapres hasilnya begini, Erick Thohir menempati peringkat pertama. Kita juga masukkan nama-nama ketum, seperti Muhaimin dan Airlangga Hartarto dan hasilnya Erick Thohir unggul,” pungkas Burhanudin.