Inara Rusli mengaku begitu berat kerja di dunia entertaiment demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya.
Adapun diketahui, usai hubungan rumah tangganya dengan mantan suaminya, Virgoun, Inar Rusli memutuskan untuk membuka cadarnya demi menafkahi anak-anaknya.
Hal tersebut kerap dibahas dalam tayangan YouTube salah satu stasiun TV swasta. Dalam tayangan itu, Feni Rose sebagai pemandu acaranya, melontarkan pernyataan soal babak baru dalam hidup Inara Rusli yakni terkait hak asuh terhadap anak-anaknya.
"Sekarang kamu (Inara Rusli) memasuki babak baru dalam kehidupan kamu. Perjuangan untuk hak asuh anak," ujar Feni Rose dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube salah satu stasiun TV swasta, Selasa (1/8).
Menimpali hal tersebut, Inara Rusli pun menyatakan bahwa memang perjuangannya terkait hak asuh anak seperti tak ada habisnya.
"Gak udah-udah," ungkap Inara Rusli.
Lebih lanjut, Feni Rose bertanya perihal waktu kerja Inara Rusli sementara mesti membagi waktunya untuk mengurus anak-anaknya, serta juga menghadapi pengadilan perceraiannya dengan Virgoun.
"Apa sekarang berat buat kamu, kamu harus kerja juga dan itu kan menyita waktu, yang anak kamu 3 masih kecil-kecil juga gitu, sementara kamu masih harus menghadapi pengadilan demi pengadilan ini. Kan juga bukan hal yang nggak menguras energi," ucap Feni Rose.
Menanggapi itu, Inara Rusli tiba-tiba langsung tersentuh hatinya, ia meluapkan bahwa hal tersebut begitu menguras energinya.
"Iya menguras energi banget sih, cuman ya itulah, yah jadi ini lagi melted lagi. Itulah suka dukanya kita kerja di dunia entertainment," ujar Inara Rusli.
Perempuan kelahiran 1993 itu mengungkapkan bahwa dalam dunia entertaiment, memang sudah seharusnya pintar dalam mengolah emosi.
"Ya harus pinter-pinter mengolah emosi, ketika orang lain bilang kayaknya nggak kenapa-napa ya, kayak cepet banget move on-nya, kayak oh kuat banget," tutur Inara Rusli.
Ia pun mengatakan bahwa tak ada pilihan lain lagi selain mengupayakan dalam mengolah emosinya demi melindungi diri sendiri dan terus menghadapi persoalan demi persoalannya.
"Ya no choice, ya mau gak mau harus dihadapin, dan ya untuk melindungi diri kita dari komentar toxic ya, dari lingkungan yang toxic," katanya.
"Komentar yang toxic itu yang mau ikutan kita udah terpuruk nih mau tambah dihancurin lagi gitu, ya kita mah harus memperkuat lagi bukan," tandas Inara Rusli.