Pengamat politik Rocky Gerung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh sejumlah kelompok relawan karena diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sejumlah kelompok relawan yang dimaksud yaitu Barikade 98, Foreder, Sekber Jokowi Nusantara, ABJ, JPKP, SOLMET, Relawan Indonesia Bersatu, Barisan Pembaharuan, AKAR, Indonesia Hari Ini (IHI), SEKNAS, dan Bara JP.
Pelaporan tersebut diketahui oleh Ketua Umum Barikade 98 sekaligus Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani.
Benny menilai pernyataan b*ajingan t*olol yang dialamatkan kepada Presiden Jokowi dapat dikategorikan sebagai penghinaan terhadap presiden sehingga sebagai rakyat dirinya tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi.
“Ini adalah pernyataan yang bisa dikategorikan penghinaan terhadap presiden,” ujar Benny, dikutip dari detik News.
Seiring dengan viralnya perkara ini, sosok Benny ikut disorot. Beberapa waktu lalu Benny sempat membuat kehebohan lantaran ajakannya untuk bertempur di lapangan dengan orang yang menghina Presiden Jokowi.
Dalam video yang beredar, Benny meminta izin untuk melawan kelompok yang tidak pro pemerintah. “Kita gemes, Pak. Ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan kita lebih banyak,” ujarnya.
Jika presiden tidak mengizinkan tempur di lapangan melawan kelompok tersebut, maka penegak hukum yang harus melakukannya.
“Kalau Bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus,” sambung Benny.
Baca Juga: Melihat Potensi Bencana Likuifaksi 'Tanah Bergerak' di Jogja, Ini Penjelasan BMKG
Menanggapi videonya yang viral, Benny memberikan klarifikasi bahwa ia tidak bertujuan membentukan masyarakat Indonesia. Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan yang mengaku dihubungi Benny.
Kepada Umar, Benny mengatakan hanya ingin proses hukum tetap berjalan bagi yang menghina Presiden Joko Widodo.
“Dia cerita gak ada maksud mau benturkan masyarakat. Dia hanya ingin supaya proses hukum tetap berjalan bagi yang hina jokowi. Gitu ges,” ujar Umar melalui akun Twitter miliknya pada Senin (28/11/2022).