“Warga Jawa Tengah (termasuk Solo) pun menyambut baik "rekomendasi Mega". Pilkada periode pertama Jokowi sebagai walikota Solo disambut 36,62% suara warga, dan periode kedua 90,09% suara. Ganjar Pranowo disambut 48,82% di periode pertama dan periode kedua 58,78%. Pada Pilpres 2014, Jokowi dipilih 66,65% suara, dan Pilpres 2019 dipilih 77,29% suara di Jawa Tengah. Bahkan kemenangan Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2012, dalam dua putaran, tidak terlepas dari peran ‘Warga Jawa Tengah’,” jelas Sutrisno dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/9/23).
“Berdasarkan fakta sejarah tersebut, bangsa ini harus berterimakasih kepada Mega dan Warga Jawa Tengah. Tanpa direkomendasi Mega, keduanya tidak akan pernah maju dalam pilkada di Jawa Tengah. Tanpa rakyat Jawa Tengah yang bersedia memilih dan memenangkan Jokowi dan Ganjar Pranowo di Pilkada, maka bangsa ini juga tidak akan pernah mengenali keduanya sebagai kepala daerah yang memberi harapan baru,” tambahnya.
Menurut Sutrisno, pilihan Megawati tersebut tepat sehingga Indonesia bisa jadi negara yang lebih baik.
Pilihan Mega dan pilihan warga Jawa Tengah menyatu dalam diri Jokowi dan Ganjar Pranowo, sehingga bangsa ini memiliki kesempatan untuk mendapatkan pemimpin berkualitas.