Bersiaplah Terpukau di Raja Ampat

Ardi Mandiri

Minggu, 17 Agustus 2014 | 23:07 WIB
 Bersiaplah Terpukau di Raja Ampat
ILustrasi: Keindahan pantai di Raja Ampat. (foto: Shutterstock)

Suara.com - "Jangan mati dulu sebelum ke Raja Ampat", begitu seloroh Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Aturury saat mempromosikan Sail Raja Ampat 2014 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Apa yang disampaikan oleh Abraham memang tidaklah berlebihan mengingat kekayaan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Raja Ampat ini, terutama keindahan bawah laut yang termasuk dalam daftar sepuluh surga bawah air terbaik di dunia.

Sebagai sebuah destinasi wisata bahari, potensi yang dimiliki Raja Ampat tentu saja tidak jauh dari kehidupan laut, meski ada juga atraksi yang lain seperti menyaksikan kehidupan berbagai jenis burung langka seperti Kakatua Raja dan Cendrawasih. Keindahan alam Raja Ampat benar-benar terbentang dari langit sampai ke dasar laut.

Selain snorkeling dan diving, aktivitas lain yang ditawarkan oleh Raja Ampat adalah trekking dan hiking, memancing, serta memberi makan berbagai jenis ikan di tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Seperti yang dituturkan Aryati, seorang warga Surabaya, ia sengaja memilih Raja Ampat untuk berlibur bersama dua anaknya Nino dan Dio karena sudah sering mendengar keindahan alam daerah itu.

Guru Besar Ilmu Patologi Klinik Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga itu pun memutuskan untuk mengambil cuti dan memilih salah satu dari banyak paket wisata yang banyak ditawarkan melalui internet.

Paket yang dipilih adalah wisata selama tiga hari untuk mengeksplorasi keindahan Pulau Piainemo, Hidden Bay (Teluk Tersembunyi), Kampung Wisata Arborek dan Pasir Timbul yang punya keunikan masing-masing.

Keunikan Piainemo adalah pemandangan alam jika dilihat dari puncak bukit setelah berjuang terlebih dahulu untuk mendaki tangga kayu setinggi 35 meter. Begitu sampai di puncak, mata pun akan dimanjakan oleh pemandangan menakjubkan berupa hamparan pulau-pulau kecil dengan air laut berwarna biru.

Sejak Juli 2014 lalu, pemerintah daerah sudah membangun tangga kayu untuk dengan lebar satu meter untuk memudahkan wisata mencapai puncak bukit.

Sebelumnya, wisatawan harus mendaki jalan setapak dan berbatu terjal, sehingga akan berakibat fatal jika yang tergelincir.

Piainemo juga dikenal dengan sebutan Wayag Kecil karena pemandangan yang menyerupai Pulau Wayag, ikon wisata Raja Ampat. Tapi posisi Wayag yang berada di tempat paling jauh di bagian utara dan harus ditempuh antara enam sampai tujuh jam, membuat wisatawan yang tidak punya banyak waktu, memilih Piainemo.

"Wah rasa lelah saya setelah mendaki tangga ini langsung berbayar lunas setelah melihat pemandangan seindah ini," kata Aryati sambil terengah-engah saat mencapai puncak Piainemo.

Di Hidden Bay, pemandangan yang disuguhkan adalah gugusan pulau-pulau karang kecil yang jumlahnya ratusan sehingga mereka yang berada di lokasi tersebut seperti berada di dalam sebuah labirin.

Pengunjung yang masuk ke lokasi Hidden Bay akan kebingungan untuk mencari jalan keluar jika tidak didampingi oleh pemandu yang sudah professional karena pulau-pulau kecil tersebut terlihat sangat mirip satu sama lain.

Kampung Wisata Destinasi lainnya adalah Kampung Wisata Arborek yang juga sekaligus menjadi lokasi favorit untuk snorkeling dan menyelam karena wisatawan tidak perlu jauh-jauh mencari lokasi penyelaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

BKPM Kalah Lawan Greenpeace di PTUN, Putusan KIP soal IUP Raja Ampat Dikuatkan

News | Senin, 14 September 2026 | 16:57 WIB

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Ramai Isu Tambang di Raja Ampat, Bahlil: Izin yang Masih Aktif Tinggal Satu

Video | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 16:26 WIB

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

MBG Sampai ke Raja Ampat, tapi Siapa yang Mau Bayar?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:23 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×