Internet Mempercepat Krisis Paruh Baya

Esti Utami

Senin, 17 November 2014 | 12:32 WIB
Internet Mempercepat Krisis Paruh Baya
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Tak ada yang bisa meramalkan dampak sosial atau psikologis pada kehidupan di abad ke-21. Tekanan publik yang sangat besar dan pengamatan yang terlalu intens dapat melumpuhkan mental.

Banyak orang selalu mempertanyakan dirinya dan memanipulasi kebenaran untuk menyesuaikan diri. Ketika merayakan ulang tahun yang ke-30, merasa seolah baru 20 tahunan! Umur 40 adalah baru 30 dan seterusnya. Biasanya, ini adalah komentar yang dibuat bercanda. Tetapi ternyata mitos krisis paruh baya tidak hanya terjadi pada 'orang tua'.

Jika 40 tahun memang baru 30, maka mungkin di usia 35 tahun beberapa orang mengalami krisis paruh baya prematur. Ini karena era digital bergerak begitu cepat dan krisis paruh baya juga datang lebih cepat.

Lalu bagaimana sebenarnya gejala krisis paruh baya?  Periode ini ditandai dengan kerinduan untuk merasakan lagi masa muda atau penyesalan mendalam/ketidakpuasan berkaitan dengan ekonomi, pekerjaan atau status sosial yang dicapai saat ini.

Secara tradisional, krisis paruh baya dapat dipicu oleh banyak faktor seperti meninggalnya orangtua, anak-anak mulai tumbuh dan meninggalkan rumah, atau karir yang stagnan.

Karakteristik utama 'krisis paruh baya' adalah munculnya perasaan negatif yang secara signifikan menyerang Anda. Dan setelah ini, hidup Anda tidak akan pernah pulih dan akan berada di penurunan permanen.

Kondisi ini bisa memicu sejumlah perilaku negatif, seperti penyalahgunaan obat atau minuman keras, pengeluaran yang tidak perlu dan berlebihan, memasuki hubungan pribadi atau sosial dengan orang-orang yang jauh lebih muda. Atau bagi mereka yang sudah berkeluarga bisa melakukan kekarasan seperti memaksa anak-anaknya unggul dalam bidang-bidang tertentu.

Psikolog David Almeida mengatakan tak semua orang mengalami krisis paruh baya.

"Namun demikian, dengan usia pembukaan situs jejaring sosial menjadi sekitar 13, analisis diri dengan cara pandang publik yang penuh tekanan ini membuat beberapa orang lebih cepat dewasa," ujarnya.

Ketika waktu berubah dengan cepat, kadang sulit untuk bertahan. Pengaruh internet telah membuat dunia makin homogen. Orang kini mempertanyakan segala sesuatu  lebih lantang dibandingkan sebelumnya. Dan jika mental kita kurang kuat, tidak tertutup kemungkinan krisis paruh baya akan datang lebih cepat. Dan mungkin berlangsung lebih lama! (Huffington Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Krim Anti-Matahari Bisa Bikin Lelaki Mandul

Krim Anti-Matahari Bisa Bikin Lelaki Mandul

Lifestyle | Sabtu, 15 November 2014 | 09:06 WIB

Saatnya Laki-laki Lebih Berperan Sebagai Orang Tua

Saatnya Laki-laki Lebih Berperan Sebagai Orang Tua

Lifestyle | Senin, 16 Juni 2014 | 19:20 WIB

Terkini

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 22:56 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

Ini Tantangan Ibu Memenuhi Nutrisi Anak Usia Sekolah

Ini Tantangan Ibu Memenuhi Nutrisi Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 04 September 2026 | 22:48 WIB

×