- Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama sepakat mengambil alih 30 persen saham PT Bayan Resources Tbk.
- Perjanjian jual beli sepuluh miliar lebih saham tersebut ditandatangani bersama Low Tuck Kwong dan puterinya.
- Direktur BYAN Jenny Quantero menyatakan transaksi di Bursa Efek Indonesia itu tidak mengganggu operasional perusahaan.
Suara.com - Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam berhasil mengambil alih sekitar 30 persen saham perusahaan batu bara raksasa PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dari konglomerat Low Tuck Kwong dan puterinya Elaine Low.
Pengambilalihan itu dilakukan melalui PT Jhonlin Baratama. Haji Isam telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pemilik mayoritas saham BYAN.
Perjanjian jual beli saham bersyarat itu terkait dengan rencana pengalihan 10.000.000.500 atau sepuluh miliar lima ratus saham biasa atau setara 30 persen kepemilikan atas BYAN kepada Jhonlin Baratama.
"Penyelesaian transaksi tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan," ujar Direktur BYAN Jenny Quantero sebagaimana keterbukaan informasinya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, Haji Isam akan memiliki 30 persen dari total saham beredar BYAN yang sebanyak 33.333.335.000 lembar saham.
Jenny memastikan aksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.
Sebelum resminya transaksi perjanjian jual beli saham bersyarat, saat ini Dato Low Tuck Kwong selaku pemegang saham pengendali (PSP) memiliki sebanyak 13,42 miliar lembar saham atau sekitar 40,25 persen kepemilikan atas BYAN.
Sementara itu, Elaine Low memiliki sebanyak 7,33 miliar lembar saham atau sekitar 22,00 persen kepemilikan atas Bayan Resources.
Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha asal Kalimantan Selatan yaitu Haji Isam yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batu bara dan nikel serta penyewaan peralatan tambang.
Sementara itu, BYAN bergerak di bidang industri pertambangan batu bara terpadu (integrated coal mining) dan energi, dengan harga sahamnya berada di level Rp11.525 per lembar saham pada penutupan perdagangan Kamis (17/9/2026).