Menelusuri Jejak Kehidupan Purba di Sangiran

Ardi Mandiri

Selasa, 27 Januari 2015 | 02:41 WIB
Menelusuri Jejak Kehidupan Purba di Sangiran
Ilustrasi

"Kami bertiga baru pertama kali ke sini. Awalnya, penasan saja karena sering melihat plang petunjuk jalan bertuliskan Museum Sangiran. Jadi penasaran ingin melihat seperti apa manusia purba itu," kata Wardoyo.

Selain tiga anak muda dari Karanganyar itu, ada juga beberapa kru PT. Televisi Terang Abadi (TATV) yang sedang mengambil gambar di ruang-ruang pameran museum untuk mengisi konten salah satu program acara di stasiun televisi yang bermarkas di Jalan Brigjen Katamso No. 173 Mojosongo, Surakarta, itu.

"Saya pun baru pertama kali ke museum ini," kata Ali Supana, salah seorang kru TATV yang mengaku "asli Solo" ini, saat ditanya tentang seberapa sering dia datang ke museum yang diresmikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu Mohammad Nuh pada 15 Desember 2011 ini.

Tur di Museum Untuk bisa masuk dan melihat berbagai koleksi yang ada di tiga ruang pamer utama museum yang dibangun pada 1980 itu, setiap pengunjung harus membayar retribusi kepada petugas loket sesaat setelah tiba di halaman pintu masuk kompleks museum.

Uang masuk yang harus dikeluarkan setiap pengunjung hanya sebesar Rp5.000 yang terdiri atas retribusi masuk wisatawan domestik Rp3.500 dan retribusi masuk museum Rp1.500. Bagi pengunjung yang datang dengan mobil pribadi, mereka diminta membayar uang parkir Rp5.000.

Setelah semua urusan bayar-membayar selesai, mereka sudah dapat langsung menuju ke lokasi dimana Ruang Pamer I bertema "Kekayaan Sangiran" berada setelah sebelumnya mengisi buku registrasi pengunjung yang dijaga dua orang petugas keamanan (satpam) museum.

Memasuki Ruang Pamer I itu, para pengunjung langsung disuguhi temuan terbaru dua arkeolog Indonesia berupa fosil tulang panggul dan tulang kering gajah purba yang diperkirakan berusia 200.000 - 700.000 tahun yang lalu.

Adapun fosil tulang panggul gajah purba (Pelvis Elephantidae) itu ditemukan Harsono dalam penggalian di selatan Toho pada 17 Maret 2014, sedangkan fosil tulang kering gajah purba (Tibia Elephantidae) ditemukan dalam lapisan Kabuh di daerah Grogolan, Manyarejo, pada 17 Maret 2014 oleh Siswanto.

Di dalam Ruang Pamer I yang relatif luas itu, para pengunjung juga dapat menyaksikan beberapa fosil Gajah Sangiran dan kerbau purba serta tengkorak kepala Homo sapiens, Homo erectus, serta Homo habilis.

Melangkah lebih ke dalam, dijumpai tiga lapisan tengkorak kepala Homo erectus arkaik di mana volume otak manusia purba ini diperkirakan sekitar 870 cc. Adapun fosil hasil temuannya dinamakan "Sangiran 8", "Sangiran 4" dan "Mojokerto, Perning".

Berbeda dengan Homo erectus arkaik, masih di Ruang Pamer I, terdapat penjelasan tentang fosil manusia purba tipe Homo erectus tipik dan Homo erectus progresif yang memiliki volume otak masing-masing 1.000 cc dan 1.100 cc.

Dijelaskan dalam papan informasi bahwa tipe Homo erectus tipik merupakan "bagian terbanyak dari Homo erectus di Indonesia. Sebagian besar ditemukan di Sangiran dan lainnya ditemukan di Trinil (Ngawi), Kedungbrubus (Madiun), Patiayam (Kudus) dan sejak 2011 ditemukan pula di Semedo (Tegal)." Adapun tipe Home erectus progresif merupakan "jenis yang paling maju dan sebagian besar ditemukan pada endapan aluvial di Ngandong (Blora), Selopuro (Ngawi), dan pada endapan vulkanik di Sambungmacan (Sragen)." Dari Ruang Pamer I, para pengunjung dapat meneruskan pencariannya ke Ruang Pamer II bertema "Langkah-Langkah Kemanusiaan" dengan mengikuti petunjuk arah yang ada.

Di Ruang Pamer II, disuguhkan antara lain informasi tentang pembabakan perkembangan bumi serta potret sejumlah saintis dan tokoh asing dan Indonesia yang berperan penting dalam ekskavasi fosil hewan dan manusia purba di Pulau Jawa sejak era Kolonial Belanda hingga kemerdekaan.

Di antara tokoh penting dalam jagat arkeologi manusia purba di Tanah Air itu adalah Alfred R. Wallace, Raden Saleh, F.W. Junghuhn, B.D. van Rietschoten, Eugene Dubois, P.V. van Stein Callenfels, Prof. Dr. T. Jacob, Dr. Herry Widianto, Prof. Dr. R.P. Soejono, Prof. Dr. Truman Simanjuntak, Prof. Dr. S. Sartono, Prof. Dr. Yahdi Zaim dan Dr. Tony Djubiantono.

Berbeda dengan aturan di Ruang Pamer I yang tidak membolehkan para pengunjung menyentuh semua fosil yang dipamerkan, di Ruang Pamer II ini, mereka justru diberi kesempatan untuk menyentuh beberapa fragmen fosil gajah purba berusia setengah juta tahun silam.

"Sentuhlan Aku ... Aku, gajah purba usia 500.000 tahun. Sentuh dan rasakan sensasi kepurbaanku." Demikian isi pengumuman tatkala pengunjuk sampai di satu meja berpasir berisi beberapa fosil gajah purba seperti fragmen tulang rahang atas (Fr. Maxilla Stegodon Sp) dan tulang paha kiri (Femur Sinista Stegodon Sp).

Di Ruang Pamer II ini, para pengunjung yang penasaran dengan kabar tentang kanibalisme dalam kehidupan Home erectus maupun tentang asal usul Bangsa Indonesia setelah kepunahan hewan dan manusia purba di Kepulauan Nusantara akan menemukan jawabannya.

Penjelasan tentang temuan beberapa fosil gajah purba dan kuda sungai yang diperkirakan berusia 1,5 juta tahun di wilayah Provinsi Jawa Barat di situs dekat Bandung dan Subang serta Cisaat dan Cijulang di selatan Cirebon juga ada di ruang pameran berlantai atas dan bawah ini.

Penelusuran di bangunan museum yang dilengkapi maket kawasan berskala 1.200 yang memudahkan pengunjung mengetahui letak gedung utama, kantor, plaza, atrium, gapura, rumah diesel, kios, loket, masjid, toilet, taman, sungai, area parkir dan selasar kompleks museum ini berakhir di Ruang Pamer III.

Di ruang pamer bertema "Masa Keemasan Homo Erectus -- 500.000 Tahun Yang Lalu" itu, para pengunjung mengakhiri penelusurannya dengan mendapat sajian informasi tentang temuan tahun 2003, rekonstruksi tengkorak Sangiran 17 pada 2011 dan manusia purba di Flores yang menghebohkan dunia.

Keluar dari pintu Ruang Pamer III museum yang menyimpan kekayaan situs Sangiran seluas 5.600 hektar itu, para pengunjung -- tak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo -- membawa pulang kesan dalam dirinya masing-masing.

Ganjar Pranowo yang berkesempatan mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran (The Homeland of Java Man) ini pada 24 November 2013 menuliskan kesan dan pesan dirinya di sebuah papan tulis putih.

"Di tempat ini ada banyak misteri kehidupan. Semua orang bisa berlomba-lomba menguji rahasia Tuhan. Adakah yang bisa membuka tabir itu? Adakah kakek nenekku di sini? Tertanda Ganjar Pranowo 24/11/13". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Review Below: Teror Makhluk Laut Purba dan Misteri Kelam Komunitas Nelayan

Review Below: Teror Makhluk Laut Purba dan Misteri Kelam Komunitas Nelayan

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

Penumpang Melonjak, KAI Percepat Integrasi Stasiun Karet-Sudirman Baru

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

Perawatan Armada Rampung! 7 Rangkaian KRL SF12 Kembali Beroperasi di Lintas Bogor Mulai Besok

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:58 WIB

KAI Genjot Perbaikan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Prioritas Rampung Dibenahi

KAI Genjot Perbaikan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Prioritas Rampung Dibenahi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Cuma Selangkah ke Stasiun Manggarai, PT KAI Siapkan 1.232 Apartemen Murah

Cuma Selangkah ke Stasiun Manggarai, PT KAI Siapkan 1.232 Apartemen Murah

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Desain Mewah Gambir Jadi Lifestyle Hub, KAI Masih Rahasiakan Kapan Proyek Dimulai

Desain Mewah Gambir Jadi Lifestyle Hub, KAI Masih Rahasiakan Kapan Proyek Dimulai

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:56 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×