"Coin A Chance", Bantu Sesama dengan Uang Koin

Sabtu, 01 Agustus 2015 | 13:39 WIB
"Coin A Chance", Bantu Sesama dengan Uang Koin
Komunitas Coin A Chance. (Dok. Komunitas Coin A Chance)

Suara.com - Jangan lagi mengabaikan koin pecahan, Rp 100, Rp 200 ataupun Rp 500. Mungkin nilainya hanya cukup untuk membeli sebuah permen. Tapi jika terkumpul bisa loh dimanfaatkan untuk menolong mereka yang membutuhkan.

Itulah yang dilakukan komunitas Coin a Chance. Ya, bagi komunitas ini, uang koin yang mungkin dianggap sebelah mata ternyata bisa menyambung harapan bagi anak-anak tidak mampu untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Dengan uang receh ini, anak-anak yang kurang beruntung itu bisa merampungkan pendidikannya.

Adalah dua perempuan cantik, Hanny Kusumawati dan Nia K.Sadjarwo yang sudah lama bersahabat yang berada di balik berdirinya Coin a Chance. Sejak lama, keduanya memang hobi mengumpulkan uang recehan.  Hingga pada 2008 lalu, Nia dan Hanny terbersit pertanyaan akan diapakan uang-uang recehan yang telah menggunung itu.

Akhirnya keduanya sepakat menggunakan uang yang saat itu terkumpul Rp600 ribu, untuk membantu pendidikan anak yang terancam putus sekolah karena tak memiliki cukup uang untuk membayar biaya SPP.

Namun dalam menyalurkan uang mereka, Nia dan Hanny tak sembarangan memilih. Nia mengaku dirinya benar-benar mencari informasi dari teman-teman terdekatnya untuk memberi rekomendasi siapa yang berhak diberi bantuan biaya pendidikan ini.

"Saya dan Hanny sangat selektif memilih kandidat yang akan kami beri bantuan ini. Hanya mereka yang benar-benar tidak mampu dan punya semangat tinggi untuk sekolah yang akan kami bantu. Dukungan orangtua juga kami lihat, percuma anak ingin sekolah tapi orangtua nggak mendukung," kata Nia kepada suara.com belum lama ini.

Nia K. Sadjarwo, pendiri komunitas Coin A Chance. (suara.com/Firsta Nodia)


Anak pertama yang berhasil mendapatkan uluran tangan dari kumpulan receh Hanny dan Nia adalah Gempur, yang nyaris tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP sebab ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah karena Gempur belum melunasi biaya SPP sejak kelas 5 SD.

"Sebenarnya biaya tunggakannya nggak seberapa bagi kita tapi bagi mereka itu sangat berarti. Uang recehan yang kami kumpulkan bisa membuat Gempur melanjutkan sekolahnya. Ini membuat kami semakin ingin membantu Gempur-Gempur yang lain dengan uang recehan," imbuhnya.

Kini, ide Nia dan sahabatnya berhasil membantu 75 anak untuk terus bersekolah. Bahkan, dua orang di antaranya telah berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas negeri ternama di Indonesia.  Dan mereka yang aktif dalam kegiatan yang dilakukan Coin a Chance juga terus bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI