Suara.com - Komunitas penggemar K-Pop kembali menunjukkan sisi lain budaya fandom. Melalui kolaborasi bersama IBS Foundation, komunitas Mark Lee INA berhasil menghimpun dana sebesar Rp9.328.919 yang diwujudkan menjadi lima ekor hewan qurban untuk masyarakat di wilayah pelosok Jawa Barat.
Hewan qurban tersebut disalurkan pada 27 Mei 2026 kepada sekitar 300 penerima manfaat di Dusun Cimarel, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, serta Kampung Janggot, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Kedua wilayah itu menjadi bagian dari daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap distribusi qurban dan bantuan pangan.
Kolaborasi ini menjadi perhatian karena melibatkan komunitas penggemar K-Pop, khususnya penggemar Mark Lee. Di tengah berbagai aktivitas fandom yang identik dengan dukungan terhadap karya dan aktivitas idola, program ini menghadirkan bentuk dukungan yang diwujudkan melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
Perwakilan Mark Lee INA menyatakan tidak menyangka antusiasme anggota komunitas terhadap program tersebut begitu tinggi. Menurutnya, program qurban ini menjadi pengalaman baru karena belum banyak kolaborasi qurban yang melibatkan fandom K-Pop di Indonesia.

"Menarik karena jarang sekali, bahkan mungkin belum banyak ada project qurban kolaborasi dengan fans K-Pop, khususnya fans Mark Lee di Indonesia. Kami juga merasa sistem penyelenggaraannya sangat jelas karena diberikan laporan dan dokumentasi lengkap, termasuk lokasi penyembelihan. Yang paling tidak disangka, project ini mendapat respons yang sangat positif dan fans Mark Lee sangat excited untuk ikut berpartisipasi," ujar perwakilan Mark Lee INA.
Harry Pujianto, Head of Brand and Marcomm IBS Foundation, menjelaskan kolaborasi dengan komunitas penggemar K-Pop berangkat dari tingginya solidaritas yang selama ini terlihat di dalam fandom. Energi kolektif tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diarahkan menjadi aksi sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami melihat bagaimana kuatnya solidaritas yang dimiliki fandom K-Pop. Karena itu, kami ingin mengajak semangat tersebut untuk menghadirkan dampak positif bagi sesama. Melalui program qurban ini, manfaat yang dihimpun dari komunitas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah pelosok yang tidak selalu mendapatkan distribusi daging qurban setiap tahunnya," ujar Harry.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, program ini juga menjadi contoh bagaimana komunitas anak muda dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dana yang berhasil dihimpun dari para penggemar kemudian dikonversi menjadi hewan qurban yang didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa fandom tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi para penggemar, tetapi dapat berkembang menjadi komunitas yang menciptakan dampak sosial. Melalui kolaborasi tersebut, semangat kebersamaan yang terbangun di antara anggota komunitas berhasil diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi ratusan warga di wilayah pelosok.***