Dengan Adonan Pizza Mereka Berakrobat

Esti Utami, Dinda Rachmawati

Sabtu, 19 September 2015 | 09:01 WIB
Dengan Adonan Pizza Mereka Berakrobat
Komunitas Indonesia Pizza Spinning. (suara.com/Dinda Rachmawati)

Di tangan orang-orang ini sdonan pizza  terlihat lentur itu berakobrat dengan atraktif. Mereka memutar, menerbangkan adonan ke udara dan melemparkannya  depan, belakang, bawah dan atas tubuhnya.

Gaya yang ditunjukkan para pemuda yang mengankan sergam koki ini sekilas mirip aksi seorang bartender. Namun bedanya, mereka menggunakan adonan pizza yang terlihat begitu fleksibel dan atraktif di tangan mereka.

Itulah aksi yang dilakukan anggota sebuah komunitas bernama Indonesia Pizza Spinning. Tangan-tangan terampil angota komunitas ini tak pernah melewatkan berbagai proses pembuatan pizza, mulai dari mengolah adonan atau dough dengan tepat, memberikan berbagai macam topping hingga membakarnya ke sebuah tungku. Dan, aksi akrobatik mereka selalu mengundang decak kagum orang yang menyaksikannya.

Aksi salah seorang anggota komunitas. (Dok. Komunitas Indonesia Pizza Spinning)

Menurut Agung Kurnia, salah satu pendiri Indonesia Pizza Spinning, sebenarnya teknik ini digunakan untuk melebarkan adonan pizza. Biasanya restoran berkonsep open kitchen sering mempertontonkan aksi mereka untuk para tamu yang datang.

Di Indonesia, lanjutnya, teknik ini sebenarnya masih kurang populer. Hingga pada tahun 2004, seorang koki asal Korea, membuka restoran Italia di Jakarta dan mengenalkan seni ini pada dirinya yang saat itu bekerja sebagai juru masak di restoran itu.

"Kebetulan saya bekerja di situ. Karena tuntutan pekerjaan, saya wajib mempelajari atraksi pizza itu, sampai akhirnya saya mahir. Koki Korea ini pun kasih tau saya cuma trik dasarnya saja, yang berguna untuk melebarkan pizza. Untuk akrobatiknya saya belajar sendiri melalui video, sampai bisa jadi hiburan sendiri untuk para tamu," ceritanya saat berbincang dengan suara.com beberapa waktu lalu.

Koki-koki yang sempat bekerja di restoran tersebut, termasuk Agung, akhirnya secara menyebar menularkan kemampuan ini di tempat baru mereka, hingga akhirnya peminatnya dari hari ke hari semakin bertambah dan tercetuslah ide untuk membentuk sebuah komunitas pada Maret 2008.

Aksi akrobatik dengan menggunakan adonan pizza. (Dok. Komunitas Indonesia Pizza Spinning)

Awalnya anggota komunitas ini terdiri dari para koki. Namun dalam perkembangannya, kata Agung, anggota komunitas yang tergabung juga berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari pekerja kantoran, penikmat kuliner, hingga siswa-siswi SMA dan SMK, khususnya di jurusan tata boga.

"Jumlahnya sudah ada sekitar 200 orangan di tiga kota, yakni Jakarta, Bali dan Bandung," tambahnya.

Setiap Rabu malam, mereka berkumpul untuk menjalani latihan di Taman Suropati, Jakarta Pusat. Agung menjelaskan, ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh para anggota, yakni throwing atau melempar, twirler alias menarik dan spinning atau memutar.

Setelah menguasai tiga teknik dasar tersebut, selanjutnya para anggota mulai mempelajari gerakan combo, yakni tambahan gerakan berunsur akrobatik dan koreografi. Sehingga, gerakan-gerakannyamakin atraktif dan menghibur.

Selain berlatih seminggu sekali, tak jarang mereka juga diundang untuk tampil meramaikan berbagai acara off air dan on air untuk banyak program televisi.

Komunitas ini juga pernah mengikuti berbagai kompetisi, salah satunya US Pizza team melalui online dan berhasil mendapatkan juara Runner Up.

Saat berlatih, Agung menerangkan, para anggota komunitas ini tak menggunakan adonan asli pizza, melainkan handuk yang dijait di bagian sisinya berbentuk bulat, menyerupai pizza. Selanjutnya handuk tersebut dibasahkan agar lebih berat. Cara ini bertujuan agar 'adonan' tersebut mudah dilempar-lempar.

"Kalau pakai adonan betulan untuk latihan, gampang robek, jadi kita bikin sendiri dari handuk. Setiap anggota baru biasanya kita kasih gratis," tutur Agung.

Anggota Komunitas Indonesia Pizza Spinning sedang beraksi. (Dok. Komunitas Indonesia Pizza Spinning)


Sedangkan untuk show, mereka baru menggunakan adonan pizza yang asli. Untuk itu kata Agung, setiap anggota komunitas juga diharuskan bisa membuat adonan pizza, baik adonan untuk dimakan dan adonan yang akan digunakan utuk show.

Agung berharap, komunitas ini bisa semakin dikenal. Ia juga bermimpi untuk mengirim anggotanya mengikuti kejuaraan 'Wall Pizza Game' yang diselenggarakan di Italia. Kejuaraan yang dilakukan setiap setahun sekali ini memiliki bermacam-macam kategori yang memakai pizza sebagai medianya.

Bagi mereka yang berminat gabung dengan komunitas ini, Agung menekankan tak ada persyaratan khusus yang harus dimiliki calon anggota. Menurutnya, asal masing-masing individu memiliki niat untuk belajar dengan baik, teknik ini dapat dengan mudah dikuasai. Jadi yuk berakrobat dengan pizza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Klub Corat-Coret, Ruang Menggambar Tanpa Tuntutan Harus Jago Berkarya

Klub Corat-Coret, Ruang Menggambar Tanpa Tuntutan Harus Jago Berkarya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Motul Dukung Movement Sunset Ride Dorong Ekonomi Kreatif di Tomohon

Motul Dukung Movement Sunset Ride Dorong Ekonomi Kreatif di Tomohon

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?

Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

Sport | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Pertamina Buka Camping Ground, Jadi Alternatif Akomodasi Nonton Pertamina Grand Prix of Indonesia

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Dari Buleleng hingga Meratus, GEF SGP Perkuat Aksi Komunitas untuk Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×