Di Kota Ini, Semua Aturan Tidak Berlaku

Esti Utami | Suara.com

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 07:21 WIB
Di Kota Ini, Semua Aturan Tidak Berlaku
Inilah aturan di Christiania. (Foto: news.com.au/Tripadvisori)

Ketika berpikir hot spot terkenal di Eropa, kemungkinan besar Anda membayangkan distrik lampu merah di Amsterdam, Belanda yang terkenal dengan sikap yang ramah terhadap ganja. Tetapi, ternyata ada wilayah yang lebih bebas dari kawasan itu, dan ini bukan wilayah di Amsterdam, melainkan terletak di jantung ibukota Denmark, Kopenhagen.

Ini adalah tempat di mana, apapun latar belakangnya, semua orang yang datang ke sini sepenuhnya untuk bersantai di salah satu komune terbesar dalam sejarah. Ya, kita bicara tentang hippies, pengusaha dan orang luar, pokoknya tentang semua orang. Kita bicara tentang satu tempat bernama Christiania.

Christiania adalah kota yang berdiri sendiri tidak jauh dari pusat Kota Kopenhagen. Mungkin bukan sesuatu yang diharapkan orang setelah mengunjungi kota yang tampaknya sempurna dan tertib. Sepanjang sejarahnya, Christiania dipenuhi oleh perselisihan hukum atas kepemilikan tanah dan perdebatan pada cara hidup penghuninya.

Didirikan pada tahun 1971 oleh pendatang liar dan seniman, wilayah ini memisahkan diri dari Kopenhagen. Individu kreatif, pencinta kebebasan, tapi juga anarkis banyak ditemukan di daerah yang sebelumnya merupakan pangkalan militer tua yang ditinggalkan penghuninya ini.

Sejak awal sebagai sebuah komune liberal, Christiania sudah penuh kontroversi, karena pemberontakan warganya terhadap berbagai aturan masyarakat modern. Tapi berkunjung ke sini, kita bisa berharap menemukan tempat perlindungan yang damai dan toleran.

Kawasan seluas lebih dari 34 hektar ini tampil warna-warni, meskipun berpasir. Jalan-jalan diisi dengan gudang, gubuk, rumah darurat dan karya seni kreatif yang mencerminkan karakter bohemian masyarakatnya. Berada di sana, kita akan dibawa ke set film tahun 1970-an.

"Tidak ada tempat atau komunitas seunik Christiania yang mencirikan kreativitas, semangat kebebasan dan cara hidup yang berkelanjutan warga sebuah kota," tulis Julia D'Orazio untuk news.com.au.

Bangunan berserakan. Sebagian besar dibangun dari bahan daur ulang dengan anggaran rendah hasil proyek DIY. Mungkin Anda akan berpikir ini adalah desa hobbit versi manusia. Di mana pemukiman hippy  dibangun di antara danau, parit, jalan-jalan batu dan jalan kerikil yang berliku-liku.

Kini komune yang pernah dicap sebagai "eksperimen sosial" ini memiliki bendera dan mata uang sendiri. Setidaknya 1000 orang berumah di sini.

Dengan semangat pemberontakan yang kuat terhadap Kopenhagen, penduduk Christiania menghapus pajak dan menerapkan aturan mereka sendiri.

Perdagangan hasis dan ganja yang di beberapa tempat dilarang, dilakukan secara terbuka di sini. Jalan Pusher, atau dikenal sebagai daerah 'Lampu Hijau' adalah rumah bagi kios-kios yang secara terbuka menjual hasis. Bisnis ini berjalan selama 24 jam dan 7 hari seminggu. Setidaknya 40 jenis ganja tersedia di sini, sehingga membuatnya menjadi pasar hasis terbesar di dunia.

Tak heran, jika kawasan ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kopenhagen.

Namun perdagangan obat-obatan terlarang menjadi masalah kontroversial sepanjang sejarah Christiania. Meskipun menoleransi konsumsi hasis dan ganja, masyarakat melarang penggunaan dan penjualan obat keras termasuk kokain, ekstasi, heroin dan amfetamin.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Denmark untuk menindak perdagangan hasis, tapi tak membuahkan hasil. Akibatnya, polisi jarang menjelajah wilayah ini dan membiarkan Christiania menjalankan 'bisnisnya' sendiri. Namun, awal tahun ini 83 orang dipenjara, karena perdagangan obat terlarang.

Secara tradisional, karena tidak ada pemerintahan yang ketat, penduduk lokal dan turis harus mematuhi aturan sederhana yang terpampang di papan penunjuk tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak dilakukan yang dipasang di sekitar  pintu masuk. Beberapa aturan itu termasuk "tidak berlari" dan "tidak boleh ada fotografi" di daerah Lampu Hijau.

Untuk meninggalkan Christiania dan masuk kembali kota Kopenhagen, pengunjung harus berjalan di bawah tanda yang bertuliskan "Anda sekarang masuk Uni Eropa".

"Tapi setelah kunjungan itu, saya bertanya pada diri saya sendiri. Apakah aku benar-benar ingin (tinggal dan hidup seperti itu)?" Julia mengakhiri tulisannya. (news.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul

Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul

Foto | Senin, 20 April 2026 | 15:18 WIB

Jelajah Bosphorus Istanbul, Menyusuri Denyut Kota Dua Benua

Jelajah Bosphorus Istanbul, Menyusuri Denyut Kota Dua Benua

Foto | Senin, 20 April 2026 | 14:25 WIB

Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut

Bebek Street Tampilkan Sisi Modern Istanbul di Tepi Laut

Foto | Sabtu, 18 April 2026 | 12:50 WIB

Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini

Kamondo Stairs, Ikon Urban Karakoy dalam Rangkaian Jelajah Serial Mini

Foto | Jum'at, 17 April 2026 | 19:27 WIB

Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota

Karakoy Street Turki, dari Pelabuhan Lama ke Pusat Kreatif Kota

Foto | Jum'at, 17 April 2026 | 09:00 WIB

Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta

Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta

Your Say | Selasa, 14 April 2026 | 18:50 WIB

9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah

9 Fakta Unik tentang Iran, Acungkan Jempol sama Artinya dengan Jari Tengah

Lifestyle | Jum'at, 10 April 2026 | 14:19 WIB

Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop

Anak SD Ini Punya Skill Cukur Rambut Luar Biasa, Hasilnya Sekelas Barbershop

Entertainment | Rabu, 08 April 2026 | 06:00 WIB

15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau

15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:08 WIB

Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa

Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa

Video | Senin, 16 Maret 2026 | 16:04 WIB

Terkini

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:32 WIB

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:03 WIB

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:50 WIB

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:35 WIB

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:28 WIB

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:44 WIB

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:05 WIB

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:45 WIB

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:15 WIB

Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet

Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:05 WIB