Menpar Janji Bikin Banten Terkenal di Dunia

Ardi Mandiri

Sabtu, 28 November 2015 | 03:40 WIB
Menpar Janji Bikin Banten Terkenal di Dunia
Menteri Pariwisata, Arief Yahya (Puskompublik Kemenpar).

Suara.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya berjanji akan mempromosikan tiga agenda pariwisata unggulan di Provinsi Banten secara nasional dan dunia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata  Arief saat membuka Banten Beach Festival (BBF) Tahun 2015 di Pantai Tawing Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Jumat (27/11/2015).

"Tiga agenda unggulan pariwisata Banten nanti kita bantu promosikan baik di nasional maupun Internasional. Satu Banten Beach Festival, ke dua Festival Tanjung Lesung dan satu lagi silahkan dicari dan diajukan oleh Pemprov Banten," kata Menteri.

Menurut Menpar, upaya tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap kemajuan pariwisata di Banten.

Arief melanjutkan, komitmen pemerintah pusat dalam memajukan pariwisata di Provinsi Banten tidak hanya itu, tapi dengan menunjang infrastruktur pariwisata yang ada di Banten. Di antaranya dengan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang dan reaktivasi jalur kereta api dari Kabupaten Serang dan Pandeglang.

"Banten mempunyai potensi wisata yang sangat besar, hanya saja persoalan akses. Banyak wisatawan yang datang ke Jakarta tapi sedikit yang mengunjungi wisata di Banten karena membutuhkan waktu lama untuk mengunjunginya. Misalnya ke Tanjung Lesung, yang harus menghabiskan waktu lima jam lebih," katanya.

Untuk tol Tanjung Lesung-Serang, kata Menpar, pemerintah meminta dukungan masyarakat dalam pembebasan tanahnya, karena Kementrian PU akan mempercepat pembangunanya tahun 2016.

Sementara untuk rencana reaktivasi jalur kereta, Menteri meminta kepada Gubernur Banten, Rano Karno, untuk mengajukan pengaktifan kembali jalur Kereta Api (KA) yang membentang di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak yang telah lama tidak berfungsi ke Kementerian Perhubungan.

"Silahkan diajukan ke Menteri Perhubungan Pak Jonan. Tenang saja, untuk pariwisata Banten, nanti saya ajukan agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih kepada Pemrov Banten," kata Yahya.

Sedangkan terkait peningkatan SDM pariwisata, pihaknya akan mendorong kelompok sadar wisata, mensertifikasi 300 orang pegawai hotel dan restoran dengan standar ASEAN.

"Kami juga mendorong agar Banten memiliki sekolah pariwisata, sehingga anak-anak Banten tidak harus jauh-jauh sekolah pariwisata, kita akan dorong perguruan tinggi yang ada di Banten untuk mengusulkan membuka jurusan pariwisata," katanya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Pemprov Banten terus berupaya untuk menunjang infrastruktur menuju pariwisata di Banten. Karena saat ini pemerintah pusat pun telah menargetkan satu juta kunjungan ke Banten selama lima tahun ke depan.

"Pemerintah menargetkan satu juta wisatawan ke Banten itu karena percaya pada kita dan Banten memiliki potensi besar. Untuk itu upaya terus dilakukan salah satunya dengan menggelar festival seperti Banten Beach Festival seperti ini," kata Rano.

Menurut Gubernur, usulan pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata yang disampaikan Menpar menjadi perhatiannya karena seiring dengan kebijakan nasional tahun 2015, bahwa pariwisata telah ditetapkan menjadi "top five" lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk hal tersebut, Banten percaya diri karena berbagai potensi ada di sini. Ibarat toko, Banten serba ada yang menyediakan produk yang beragam, alam, satwa langka 'Rhino', budayanya, sejarah, religi, komunitas adat, wisata belanja, bahkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung menjadi potensi pariwisata yang sangat luar biasa," kata Rano. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpar Optimis Indonesia Raih World Halal Travel Awards 2015

Menpar Optimis Indonesia Raih World Halal Travel Awards 2015

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 22:27 WIB

Indonesia-Malaysia Bersaing Rebut Predikat Destinasi Halal Dunia

Indonesia-Malaysia Bersaing Rebut Predikat Destinasi Halal Dunia

Lifestyle | Rabu, 30 September 2015 | 12:10 WIB

Disebut Gunakan Ijazah Palsu, Ini Tanggapan Menpar Arief Yahya

Disebut Gunakan Ijazah Palsu, Ini Tanggapan Menpar Arief Yahya

News | Rabu, 03 Juni 2015 | 18:33 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×