Setahun Masyarakat Indonesia Gunakan 10 Miliar Kantung Plastik

Esti Utami
Setahun Masyarakat Indonesia Gunakan 10 Miliar Kantung Plastik
Aksi rampok kantung plastik yang dilakukan GIDKP beberapa waktu lalu. (Antara)

Hampir 95 persen di antaranya menjadi sampah yang sulit diurai.

Petisi #pay4plastic yang digencarkan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) sejak tahun 2013 akhirnya mendapat tanggapan positif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

KLHK beberapa waktu lalu menerbitkan surat edaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya nomor SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Ritel Modern.

Mengikuti surat edaran tersebut, KLHK akan mengeluarkan kebijakan kantong plastik berbayar yang diluncurkan bertepatan pada Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari 2016 mendatang di 17 kota besar.

Kebijakan ini didukung penuh oleh GIDKP. Namun ketua harian GIDKP, Rahyang Nusantara mengingatkan kebijakan kantong ini perlu diikuti dengan peraturan yang mengikat secara nasional. Oleh karena itu, sebagai organisasi yang menggawangi kampanye Diet Kantong Plastik, GIDKP siap membantu pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk  memotong ketergantungan pada kantong plastik.
 
GIDKP terus mengajak masyarakat untuk melakukan aksi nyata dengan melakukan diet kantung plastik demi lingkungan yang bebas dari sampah kantong

“Jumlah limbah plastik di Indonesia terlalu banyak. Per tahun, masyarakat Indonesia menggunakan hampir 10 milyar lembar kantung plastik, dan 95 persennya menjadi sampah. Maka itu, gerakan konsumen macam ini punya potensi besar dalam membawa perubahan,” ujarnya.  

Untuk membantu masyarakat mengurangi penggunaan kantung plastik, berikut tips dari GIDKP.
1. Selalu merencanakan jadwal belanja dan menyiapkan tas belanja pakai ulang dari rumah, sehingga bisa menolak kantong plastik saat pengemasan barang belanja di kasir.
2. Selalu siap sedia dengan tas belanja pakai ulang di dalam tas setiap hari.
3. Bila terpaksa menggunakan kantong plastik, jangan langsung dibuang karena bisa disimpan dan dipakai ulang hingga rusak. Atau, dipakai lagi sebagai kantong belanja.
4. Menerapkan pemilahan sampah di rumah.
5. Menyerahkan hasil pemilahan sampah di rumah kepada pengepul/pengelola sampah yang lebih kompeten.
6. Menggunakan karung bekas yang sifatnya bisa dipakai ulang untuk kegiatan kerja bakti.



Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS