- I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.
- I'tikaf dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
- Ada sejumlah amalan yang bisa dilakukan agar I'tikaf lebih bermakna.
Suara.com - Pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, suasana spiritual umat Muslim semakin meningkat. Salah satu ibadah yang paling dinanti dan memiliki keutamaan luar biasa adalah I’tikaf.
I’tikaf secara bahasa berarti menetap atau berdiam diri di suatu tempat. Sedangkan secara syariat, i’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW sendiri selalu mengencangkan ikat pinggang dan memperbanyak ibadah di penghujung Ramadan demi mengejar kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Amalan yang Dianjurkan saat I'tikaf
Agar waktu i’tikaf Anda tidak sekadar menjadi aktivitas "pindah tidur" ke masjid, diperlukan perencanaan amalan yang matang.
Berikut adalah panduan lengkap amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan saat i’tikaf di masjid agar ibadah Anda lebih maksimal dan berkualitas.
1. Memperbanyak Salat Sunnah (Nawafil)
Selama berdiam diri di masjid, pastikan Anda tidak hanya terpaku pada salat fardu lima waktu. Gunakan waktu malam yang sunyi untuk melaksanakan berbagai salat sunnah.
Mulailah dengan salat sunnah Rawatib, kemudian lanjutkan dengan salat Tahajjud, salat Hajat, salat Taubat, hingga salat Witir.
Salat adalah sarana komunikasi paling intim antara hamba dan Penciptanya. Dalam kesunyian malam di masjid, kekhusyukan akan lebih mudah diraih dibandingkan saat berada di rumah.
Baca Juga: 7 Ide Hampers Lebaran Estetik di Bawah 200 Ribu, Simpel Tapi Mewah
2. Tadabbur Al-Qur’an
Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Maka, membaca Al-Qur’an (tilawah) adalah amalan wajib bagi mereka yang ber-i’tikaf.
Namun, cobalah untuk naik satu level lebih tinggi dengan melakukan tadabbur atau merenungi makna di setiap ayat yang dibaca.
Anda bisa membawa kitab tafsir ringkas atau menggunakan aplikasi Al-Qur’an yang memiliki terjemahan mendalam.
Mengetahui pesan yang ingin disampaikan Allah melalui ayat-ayat-Nya akan memberikan ketenangan batin yang berbeda.
3. Berdzikir dan Istighfar Tanpa Putus