Butuh Penerbangan Langsung Buat Dongkrak Jumlah Turis India

Adhitya Himawan

Selasa, 23 Agustus 2016 | 06:43 WIB
Butuh Penerbangan Langsung Buat Dongkrak Jumlah Turis India
Gedung Kementerian Pariwisata di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Kementerian Pariwisata menilai kehadiran penerbangan langsung dari India ke Indonesia dan sebaliknya, bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari negeri tersebut.

"Tantangan utama adalah 'direct flight' karena yang ada baru penerbangan transit dari dan ke India," kata Kepala Sub Bidang Festival Seni dan Budaya, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Kementerian Pariwisata Dody Prianto di Kolkata, India, Senin malam (22/8/2016).

Dody mengatakan seharusnya tidak ada masalah dengan penerbangan lanjutan, karena biayanya tidak lagi mahal dan waktu tunggu di bandara transit sudah tidak lagi memakan waktu lama.

Namun, menurut Dody, apabila peningkatan jumlah kunjungan turis asal India diharapkan dalam waktu singkat, maka idealnya ada maskapai yang mau membuka rute penerbangan langsung.

"Tapi kita memahami kalau belum ada yang mau membuka 'direct flight', bahkan mungkin Garuda (Indonesia) masih memiliki pertimbangan sendiri," katanya.

Untuk saat ini, yang bisa dilakukan Kementerian Pariwisata agar mampu mendorong kunjungan turis asal India adalah dengan gencar melakukan promosi maupun kegiatan budaya lainnya di negara tersebut.

"Banyak yang belum kenal daerah lain, seperti Sumatera, padahal dari segi masakan, mereka mempunyai banyak kesamaan dengan India. Selain itu akses juga sudah bagus, baik dari Singapura atau Jakarta," ujar Dody.

Hingga sekarang, penerbangan dari dan menuju kota-kota di dataran India baru dilayani oleh maskapai internasional dengan transit di Bangkok maupun Singapura.

Salah seorang agen perjalanan dari Indonesia, Ngurah Susrama, mengatakan pengembangan potensi turis asal India akan menjadi lebih baik apabila ada penerbangan langsung.

"Kalau itu ditambah, maka kita benar-benar bisa 'survive' (untuk mengundang turis asing dari India)," kata Direktur Pelaksana Exotic Bali Destination ini.

Ngurah yang selama tujuh tahun telah menggarap pasar pariwisata bagi turis asal India ini juga menambahkan wisatawan dari negara tersebut merupakan pelanggan yang potensial karena jumlah kedatangannya selalu meningkat setiap tahun.

Dari proyeksi keseluruhan kunjungan turis asing ke Indonesia sebesar 12 juta orang pada 2016, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara sebanyak 350.000 orang dari India.

Untuk sementara, hingga Juni 2016, jumlah kunjungan tersebut baru mencapai 185.911 orang.

Saat ini, jumlah kunjungan turis asing masih didominasi oleh wisatawan asal Cina, Malaysia, Singapura, Australia dan Jepang. India hanya menempati posisi ketujuh dalam porsi kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungan Turis Asing di Semenster I 2016 Naik 5,88 Persen

Kunjungan Turis Asing di Semenster I 2016 Naik 5,88 Persen

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2016 | 21:58 WIB

Wisatawan Cina Terbesar di Asia Pasifik Sejak 2012

Wisatawan Cina Terbesar di Asia Pasifik Sejak 2012

Lifestyle | Jum'at, 29 Juli 2016 | 22:37 WIB

Jumlah  Kunjungan Wisman Per Mei ke Indonesia Naik 7,48 Persen

Jumlah Kunjungan Wisman Per Mei ke Indonesia Naik 7,48 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 11:11 WIB

Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan

Kemenpar Bidik Potensi Wisatawan Asing dari Taiwan

Bisnis | Senin, 06 Juni 2016 | 09:12 WIB

"Indonesia Weekend" Bakal Hadir di Tepi Sungai Thames

"Indonesia Weekend" Bakal Hadir di Tepi Sungai Thames

Lifestyle | Rabu, 18 Mei 2016 | 19:45 WIB

Kunjungan Wisman Naik, Ini Imbasnya Buat Pengusaha Hotel

Kunjungan Wisman Naik, Ini Imbasnya Buat Pengusaha Hotel

Bisnis | Senin, 02 Mei 2016 | 14:15 WIB

Kunjungan Turis Asing per Februari 2016 Naik 5,26 Persen

Kunjungan Turis Asing per Februari 2016 Naik 5,26 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 10:50 WIB

Daya Saing Industri Pariwisata RI Ditargetkan 3 Besar di ASEAN

Daya Saing Industri Pariwisata RI Ditargetkan 3 Besar di ASEAN

Bisnis | Kamis, 31 Maret 2016 | 12:57 WIB

Kunjungan Turis Asing Naik 3,60 Persen di Januari 2016

Kunjungan Turis Asing Naik 3,60 Persen di Januari 2016

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 20:46 WIB

Kebijakan Bebas Visa Dongkrak Kunjungan Wisman Hingga 20 Persen

Kebijakan Bebas Visa Dongkrak Kunjungan Wisman Hingga 20 Persen

Lifestyle | Senin, 15 Februari 2016 | 13:05 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×