Diguyur Hujan, Warga Malang Antusias Saksikan Flower Carnival

Madinah

Selasa, 06 September 2016 | 16:31 WIB
Diguyur Hujan, Warga Malang Antusias Saksikan Flower Carnival
Ilustrasi karnaval bunga. [shutterstock]

Suara.com - Keren dan spektakuler! bisa jadi kata-kata itu keluar dari mulut ribuan penonton ketika menyaksikan “Malang Flower Carnival (MFC)”, di kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Minggu (4/9/2016). Sekalipun diguyur hujan deras, mereka tak bergeming.

Masyarakat Malang memang hebat dan kreatif,” sebut Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ribuan warga tumpah ruah ke area untuk menyaksikan langsung pawai budaya yang dikemas dengan ribuan bunga yang menjadi ciri khas kota. Warga memadati Jalan Simpang Balapan hingga Jalan Ijen.

“Kalau tidak ada sesuatu yang ditunggu, atraksi yang menarik, tidak akan ada orang yang mau berhujan-hujan menonton. Salut untuk masyarakat Malang,” kata laki-laki mantan Dirut PT Telkom ini lagi.

Para peserta karnaval pun tak kalah semangatnya. Di tengah guyuran hujan deras, mereka tetap berjalan memamerkan busana spektakuler bak karnaval kostum di Rio de Janeiro. Semua kostum emas, lengkap dengan sayap-sayap tinggi menjulang hingga empat meter (m), bertema hortikultura dan futuritisk, hadir dalam even tersebut. Termasuk kostum-kostum eksotis nan megah bertema Bali, hingga best national costume yang pernah menyambar gelar juara di Moskow, Rusia dan Berlin, Jerman, semuanya ada.

Tak hanya kreasi busana yang menonjol, costume play (cosplay) juga ikut menghibur. Beragam karakter tokoh animasi hadir meramaikan even yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu. Tidak tanggung-tanggung, ada 30 cosplayer dalam MFC 2016.

”Acaranya heboh banget. Seru abis. Parade kostum sampai parade cosplay karakter selalu dielu- elukan masyarakat. Saya benar-benar tidak menduga seheboh itu, karena saat acara berlangsung, Malang sedang diguyur hujan,” kata Presiden MFC 2016, Agus Sunandar.

Kemeriahan MFC semarak dengan suguhan Tari Beksan. Ada juga suguhan disc jockey (DJ) yang membawakan musik bertema etnik Jawa. Semangat penonton makin terbakar.

Kehebohan acara itu diamini Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti. Perempuan berkerudung, yang juga hadir menyaksikan parade kostum itu mengaku takjub.

”Perhelatan karnaval, selama ini telah menjadi magnet kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, dan MFC merupakan salah satu buktinya. Banyak turis asing yang datang menyaksikan karnaval kostum bunga di Malang,” ujarnya.

 Kemenpar Akan Lahirkan Standar Karnaval Tiap Daerah

Lantaran dinilai punya magnet tinggi, Kemenpar berencana menetapkan standar pelaksanaan karnaval di setiap daerah di Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas karnaval.

“Nanti, pemerintah akan membuat standar di bidang karnaval,” tambahnya.

Untuk menerapkan standar itu, Kemenpar akan bekerja sama dengan Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari). “Kalau ada even berstandar internasional, kami akan adakan pendampingan kepanitiaan, tata letak, dan penampilan, serta tema pada setiap karnaval,” tambah Esthy.

Sejauh ini, Esthy menyebut, sudah banyak daerah di Indonesia yang mengagendakan karnaval tahunan, seperti Sumatera, Kepulauan Riau, Lombok, dan sejumlah daerah di Jawa Timur.

"Setelah ada standardisasi, setiap daerah akan punya ciri khas masing-masing. Standarnya akan disesuaikan dengan karakter daerah, sehingga tidak akan sama. Waktunya juga tidak boleh bersamaan," bebernya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

1.500 Pegolf Dunia Bakal Tumpah Ruah di Bogor

1.500 Pegolf Dunia Bakal Tumpah Ruah di Bogor

Lifestyle | Senin, 05 September 2016 | 15:01 WIB

Belitung Siap Jadi Bali Baru

Belitung Siap Jadi Bali Baru

Lifestyle | Minggu, 04 September 2016 | 17:02 WIB

Bandara Belitung Bakal Jadi Bandara Internasional

Bandara Belitung Bakal Jadi Bandara Internasional

Lifestyle | Minggu, 04 September 2016 | 16:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×