Ini Enam Kesalahan Perempuan saat Mengenakan Celana Dalam

Ririn Indriani, Risna Halidi

Jum'at, 03 Maret 2017 | 19:14 WIB
Ini Enam Kesalahan Perempuan saat Mengenakan Celana Dalam
Ilustrasi celana dalam, pakaian dalam perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Kita tahu bahwa menggunakan "daleman" yang sama dalam dua hari berturut-turut adalah suatu kesalahan besar. Namun bukan hanya itu kesalahan yang biasa dilakukan oleh perempuan dalam menggunakan underwear.

Berbicara kepada Seventeen dan dilansir dari dailymail.co.id, Octavia Cannon, DO seorang obstetri dan genokologi bersertifikat mengatakan ada enam kesalahan utama perempuan ketika menggunakan pakaian dalam. Apa saja?

1. Thong harusnya dihindari
Meski dapat menambah daya tarik seksual, memakai tali dan g-string bisa memiliki implikasi kesehatan yang serius. Dokter Cannon memperingatkan bahwa bakteri Ecoli dapat masuk melalui bawah vagina. Bagi mereka yang tidak bisa lepas dengan thong, Cannon menyarankan untuk menggunakan celana penuh agar terhindar tertidur menggunakan thong.

2. Pilih bahan dari katun dibanding sutera
Memang benar bahwa pakaian dalam yang menarik biasanya terbuat dari sutra dan memiliki renda. Namun sepertinya pakaian dalam tersebut perlu disimpan dan dipakai hanya pada saat-saat tertentu. Dokter Cannon mengatakan bahwa Miss V harus diberi kesempatan bernapas, dan kain seperti katun lebih tepat untuk menghindari infeksi.

3. Ganti underwear setelah latihan
Itulah mengapa kita harus membawa celana dalam cadangan ketika pergi ke arena gym. Dokter Cannon mengatakan hal itu benar-benar diperlukan. "Bakteri, lembab dan lingkungan," kata Cannon menjelaskan apa saja yang membuat celana dalam mengandung keringat yang tak baik bagi kesehatan.

4. Hindari terlalu wangi deterjen
Aroma wangi bunga dari detergen memang menambahkan aroma segar pada pakaian, tetapi hal itu juga dapat menambah malapetaka di area intim. Bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan iritasi pada vagina yang merupakan area paling sensitif. Untuk menghindari iritasi, Dr Cannon merekomendasikan deterjen bebas wewangian.

5. Beli celana yang pas
Hal ini tampak jelas, "Jika celana Anda meninggalkan tanda di kulit, Anda menempatkan diri pada risiko infeksi vagina dan ruam," ucap Dr Cannon. Jadi, menggunakan celana dalam yang pas bukan hanya membuat penggunanya merasa lebih nyaman tetapi juga bermanfaat bagi area intim.

6. Jangan pakai celana dalam yang sama dalam sehari
Dokter Cannon menegaskan merupakan sebuah ide yang buruk memakai daleman yang sama dalam sehari apalagi beberapa hari. Bahkan jika memutar dan membalikkan bagian dalam menjadi bagian luar, karena pakaian kotor merupakan tempat yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak dan menjadi infeksi.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jarang Ganti Pakaian Dalam? Awas, Bahaya Ini Mengincar!

Jarang Ganti Pakaian Dalam? Awas, Bahaya Ini Mengincar!

Health | Kamis, 08 Desember 2016 | 20:30 WIB

Ini yang Ada di Pikiran Perempuan saat Melihat "Underwear" Lelaki

Ini yang Ada di Pikiran Perempuan saat Melihat "Underwear" Lelaki

Lifestyle | Rabu, 24 Agustus 2016 | 19:31 WIB

Jins Masih Menjadi Busana Favorit Perempuan

Jins Masih Menjadi Busana Favorit Perempuan

Lifestyle | Rabu, 17 Desember 2014 | 07:00 WIB

Ups.. Pakaian Dalam Perempuan Ini Dinamai "ISIS"

Ups.. Pakaian Dalam Perempuan Ini Dinamai "ISIS"

Lifestyle | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 06:33 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×