Pasar di Jepang Ini Jual Berbagai Buah dengan Bentuk Unik

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Senin, 27 Maret 2017 | 20:18 WIB
Pasar di Jepang Ini Jual Berbagai Buah dengan Bentuk Unik
Buah semangka di Pasar Sembikkya, Jepang. [Metro]

Suara.com - Jepang selalu dipenuhi hal unik dan inovatif. Kali ini, Negeri Bunga Sakura tersebut sedang dihebohkan dengan semangka seharga 20ribu poundsterling atau sekitar Rp334 jutaan!

Buah semangka ini dijual di Pasar Sembikkya, pasar tertua yang didirikan pada 1834, khusus untuk sayur dan buah. Pasar ini cukup terkenal karena menjual berbagai buah dengan bentuk aneh, termasuk semangka berbentuk hati dan kotak.

Selain semangka unik, Pasar Sembikkya juga menjual anggur seukuran bola ping pong, hingga stroberi seukuran bola tenis. Keberadaan pasar tersebut sudah berjalan hingga 200 tahun.

Buah adalah sebuah bisnis besar di Jepang dan petani bisa menghabiskan tahunnya untuk melakukan budidaya buah ekstra besar dan berbentuk aneh, untuk dijual kepada pembeli dengan harga cukup tinggi.

"Memang cukup sulit mendapatkan bentuk stroberi dengan benar. Mereka kadang tumbuh sampai sebesar bola," kata salah pemilik toko buah di Pasar Sembikkya, Okuda Nichio.

Setiap stroberi membutuhkan waktu sekitar 45 hari untuk tumbuh di lahan pertanian Nichio. Dia hanya menjual 500 buah stroberi berukuran bola tenis setiap tahunnya, yang ia jual dengan harga ritel sekitar 500 ribu yen atau sekitar Rp60 jutaan per satu buah.

"Saya membutuhkan waktu 15 tahun untuk mencapai tingkat kesempurnaan," kata Nichio.

Jepang memang dikenal sebagai 'rumah' bagi beberapa buah paling mahal di dunia.

"Buah diperlakukan berbeda saat dalam budaya Asia, khususnya oleh masyarakat Jepang," jelas Soyeon Shim dari University of Wisconsin-Madison School of Human Ecology.

baca juga

Buah, lanjut dia, dianggap sebagai barang mewah dan memainkan bagian dari ritual penting untuk pemberian hadiah di Jepang.

Salah satu item paling populer di pasar itu, saat ini adalah buah anggur 'Ruby Roman', yang tumbuh besar seperti bola ping pong.

"Anggur, yang pertama kali dijual pada tahun 2008, ditanam untuk kebutuhan pemberian hadiah mewah di Jepang," kata juru bicara Ruby Roman, Hirano Keisuke.

Sekarang, anggur ini dijual sekitar 100ribu Yen atau kisaran Rp12 jutaan per satu ranting dan perusahaan hanya membawa 2.400 ranting ke pasar setiap tahun.

"Dalam beberapa hal, ini seperti cokelat mewah. Memberikannya sebagai hadiah dan bentuk kepedulian dengan orang lain," kata Cecilia Smith Fujishima, dosen universitas di Shirayuri University di Tokyo. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×