Waktu Tidur Siang Bisa Jadi Solusi Jika Bawahan Kurang Produktif?

Dythia Novianty, Risna Halidi

Rabu, 29 Maret 2017 | 11:47 WIB
Waktu Tidur Siang Bisa Jadi Solusi Jika Bawahan Kurang Produktif?
Ilustrasi tidur siang di kantor. (Shutterstock)

Suara.com - Bekerja dianggap sebagian orang sebagai kegiatan yang menimbulkan stres serta dapat menguras energi mental serta fisik. Akibatnya, hal tersebut dapat mengarah pada kinerja pekerjaan menjadi buruk, kegagalan untuk memenuhi tenggat waktu, kurangnya kreativitas dan menjadi sulit untuk bersaing serta banyaknya tugas tertunda.

Pemimpin tentu akan mengharapkan banyak dari produktivitas bawahannya. Namun jika sudah tak semangat dan bahkan cenderung menghambat perusahaan, apa yang sebaiknya dilakukan dalam situasi seperti ini?

Jawaban para peneliti adalah tidur siang untuk mendapat tambahan energi hingga sore. Terlebih lagi, tidur siang juga dianggap cukup mampu meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Menurut para ilmuwan dari University of Leeds di Inggris, tidur siang bisa mengurangi risiko diabetes, masalah jantung dan depresi, yang lebih mungkin terjadi ketika kita tidak cukup tidur.

"Hilangnya satu jam di tempat tidur, sangat merugikan individu yang sudah berjuang dengan tidur mereka,” kata penulis utama studi, Nerina Ramlakhan.

“Jika Anda adalah salah satu dari 25 persen dari orang yang mendapat kurang tidur dari lima jam saat malam. Perubahan bisa membuat Anda down selama empat jam dan merupakan jumlah yang sangat rendah,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemimpin sebaiknya mempertimbangkan staf dan bawahannya mengambil waktu tidur siang singkat di kantor. Menurut peneliti, hal tersebut dapat membuat perbedaan besar. Temuan peneliti menunjukkan bahwa tidur siang pada waktu 14.00-16.00 dan beristirahat selama 20 menit dengan tidur siang bisa membuat perbedaan besar.

Tidur siang telah terbukti secara ilmiah meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah dan dapat menyeimbangkan kembali sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut berarti, staf perusahaan cenderung lebih kebal dengan penyakit ringan.

“Membiarkan staf menikmati tidur siang selama hari kerja mungkin terdengar tidak biasa, tapi mengingat negara akan kehilangan satu jam tidur pada akhir pekan itu permintaan yang adil,” kata Dr Ramlakhan. [Zeenews]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tidur Siang Satu Jam, Ini Manfaat yang Anda Rasakan

Tidur Siang Satu Jam, Ini Manfaat yang Anda Rasakan

Health | Selasa, 10 Januari 2017 | 13:15 WIB

6 Manfaat Menakjubkan Tidur Siang bagi Pekerja Kantoran

6 Manfaat Menakjubkan Tidur Siang bagi Pekerja Kantoran

Lifestyle | Selasa, 27 September 2016 | 07:16 WIB

Jangan Tidur Siang Lebih dari Sejam!

Jangan Tidur Siang Lebih dari Sejam!

Health | Senin, 01 Agustus 2016 | 11:27 WIB

Alasan Ilmiah di Balik Manfaat Tidur Siang

Alasan Ilmiah di Balik Manfaat Tidur Siang

Health | Senin, 18 Juli 2016 | 13:10 WIB

Tidur Siang Bisa Tingkatkan Sistem Kerja Otak

Tidur Siang Bisa Tingkatkan Sistem Kerja Otak

Health | Senin, 19 Oktober 2015 | 06:54 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×