Saran Psikolog Bila Anak Melihat Perempuan Bugil di Tempat Umum

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Selasa, 06 Juni 2017 | 06:10 WIB
Saran Psikolog Bila Anak Melihat Perempuan Bugil di Tempat Umum
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Publik baru saja dihebohkan dengan aksi perempuan yang berbelanja di apotek kawasan Mangga Besar, Jakarta, dengan kondisi nyaris bugil. Belum diketahui pasti apa motif di balik aksi tersebut.

Namun yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana jika anak Anda melihat kejadian tersebut. Kira-kira apa yang harus dilakukan orangtua ketika melihat hal tersebut bersama anak?

Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si berpendapat jika orangtua dan anak berada dalam kondisi tersebut, maka jadikan momen itu untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan pada anak.

"Kita bisa menjelaksan ke anak, kalau kita juga nggak tahu kenapa perempuan tersebut tidak memakai pakaian di tempat umum, lalu sampaikan bahwa hal tersebut tidak baik sehingga jangan sampai dilakukan anak di masa mendatang," ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini pada temu media di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Selain itu, Nina juga menyarankan orangtua untuk memberikan beberapa alasan yang mungkin mendasari mengapa perempuan tersebut tidak memakai baju saat membeli obat. Gunakan kalimat positif sehingga anak dapat menyerap nilai pendidikan dari peristiwa tersebut.

"Mungkin dia memang nggak punya baju untuk dipakai. Ya, kalau memang dia nggak punya apa-apa, respon yang tepat ketika menyaksikannya segera carikan selimut. Sehingga sekaligus mengajarkan anak bagaimana berbuat baik," tambah dia.

Dari kacamata psikologi, Nina mengungkap beberapa alasan yang mendorong perempuan itu tampak santai di muka umum tanpa busana lengkap. Salah satunya gangguan kejiwaan skizofrenia yang membuatnya tak sadar atas apa yang dilakukannya.

"Ada yang karena gangguan kejiwaan sehingga dia tak sadar apa yang terjadi pada dirinya. Ada juga karena taruhan, atau memang karena dia nggak punya baju," lanjut Nina.

Jika memang benar alasannya adalah skizofrenia, ia mengimbau orangtua yang membawa anak mengambil jarak dari perempuan tersebut. Pasalnya, ada kemungkinan dia bertindak agresif dan menyerang orang-orang di sekelilingnya.

baca juga

"Kadang orang dengan gangguan jiwa ini berisiko menyerang orang di sekitarnya. Kita bisa menghindari agar tidak terlalu dekat dengan dia. Apalagi kalau membawa anak," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ajarkan Berbuat Baik Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak

Ajarkan Berbuat Baik Sejak Dini, Ini Manfaatnya bagi Anak

Lifestyle | Selasa, 23 Mei 2017 | 06:10 WIB

Agar Anak Autis Hidup Normal, Orangtua Harus Lakukan Ini

Agar Anak Autis Hidup Normal, Orangtua Harus Lakukan Ini

Health | Senin, 08 Mei 2017 | 20:31 WIB

Saat Rewel, Jangan Sogok Anak dengan Camilan, Mengapa?

Saat Rewel, Jangan Sogok Anak dengan Camilan, Mengapa?

Health | Rabu, 26 April 2017 | 16:26 WIB

Terkini

Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Perkuat Akses Hunian, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 17:54 WIB

BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Sumbar | Jum'at, 18 September 2026 | 17:52 WIB

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Lenteng Agung Antre Air Bersih

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 17:51 WIB

BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta

BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 17:51 WIB

Review Resident Evil 2026: Kurir Medis Melawan Chaos di Kiamat Zombie

Review Resident Evil 2026: Kurir Medis Melawan Chaos di Kiamat Zombie

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:50 WIB

Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah

Sinergi Perumahan Diperkuat, BRI Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 17:49 WIB

BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan

BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 17:44 WIB

Kenapa Atlet Esports Juga Perlu Punya Massa Otot? Pelatih: Tak Cuma Andalkan Jari!

Kenapa Atlet Esports Juga Perlu Punya Massa Otot? Pelatih: Tak Cuma Andalkan Jari!

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 17:40 WIB

Bukan dengan Nirempati, Ini Cara Tepat Menerapkan Sikap 'Mindfulness'

Bukan dengan Nirempati, Ini Cara Tepat Menerapkan Sikap 'Mindfulness'

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 17:40 WIB

Persija Tanpa Didukung The Jakmania Hadapi Java United, Shin Tae-yong: Sakit Hati, Menyedihkan

Persija Tanpa Didukung The Jakmania Hadapi Java United, Shin Tae-yong: Sakit Hati, Menyedihkan

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 17:34 WIB

×