Semakin Diminati, Era Bangkitnya Fesyen Lokal

Chaerunnisa, Dinda Rachmawati

Senin, 21 Agustus 2017 | 12:21 WIB
Semakin Diminati, Era Bangkitnya Fesyen Lokal
Semakin diminati, kini menjadi era kebangkitan fesyen lokal (Suara.com/Dinda)

Suara.com - Mulai tumbuhnya brand fesyen lokal yang diminati anak muda Indonesia membuktikan produk-produk dalam negeri, khususnya fesyen, juga memiliki kualitas sama dengan brand asing.

Menurut Nina Karina, desainer sekaligus founder clothing line Nikicio, respon pasar bagi brand fesyen lokal sudah sangat positif. Hal ini, selain menjadi sebuah keuntungan, kata Nina juga menjadi tantangan nagi setiap pelaku industri fesyen di Indonesia.

"Nikicio selalu percaya kalau kualitas bagus itu adalah satu keharusan. Kalau nggak, kita akan semakin tertinggal. Semua orang akan cari produk yang tahan lama dan bagus, dan brand di luar semuanya sudah mementingkan kualitas," kata Nina dalam acara KERJAXSAMA yang dihelat Jakarta Crwative Hub, Minggu (20/8/2017).

Hal sama disampaikan desainer Ikat Indonesia, Didiet Maulana. Menurut dia, ini merupakan satu tantangan positif. Pasalnya, brand fesyen lokal sudah tumbuh sejak empat hingga lima tahun terakhir.

"Kayaknya sekarang adalah saatnya brand lokal bangkit, karena banyak anak muda yang memberikan kepercayaan pada brand lokal. Kita para creator juga harus membuat sesuatu yang inovatif, bahan, dan kualitas yang bagus," ungkap lelaki berkacamata itu.

Jika brand fesyen lokal ingin mendapatkan kepercayaan dari pasar, khususnya pasar anak muda, kata Didiet, tugas desainer membuat karya yang bagus dan terpercaya. Sehingga produk yang dihasilkan akan terus diminati berulang kali, seperti mereka membeli brand fesyen mancanegara saat ini.

Dia juga melihat, peran sosial media yang begitu penting terhadap perkembangan fesyen di Tanah Air. Dengan munculnya para fashion stylist yang bisa mengkreasikan busana dari brand fesyen lokal, menjadikannya terlihat menarik, membuat inspirasi bagi anak muda menggunakan brand fesyen lokal.

"Terima kasih juga dengan Fashion Stylist di Instagram yang bisa bikin baju-baju brand lokal itu jadi sesuatu yang beda, dan inovatif. Banyak banget orang yang apresiasi brand lokal," tutup Didiet.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Freedomfest 2016," Pestanya Brand Lokal Indonesia

"Freedomfest 2016," Pestanya Brand Lokal Indonesia

Press Release | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 13:48 WIB

Cerita Lembata, Reka Ulang dari Tenun Lembata

Cerita Lembata, Reka Ulang dari Tenun Lembata

Lifestyle | Minggu, 20 Maret 2016 | 14:58 WIB

Maka Tunjukkan Gaya Lokalmu di IFW 2015!

Maka Tunjukkan Gaya Lokalmu di IFW 2015!

Lifestyle | Minggu, 01 Februari 2015 | 15:44 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×