Perempuan Iran Kini Lebih 'Bebas' Berpakaian

Dythia Novianty

Minggu, 31 Desember 2017 | 20:30 WIB
Perempuan Iran Kini Lebih 'Bebas' Berpakaian
Gaya berpakaian perempuan Iran modern. [Shutterstock]

Suara.com - Polisi Iran tidak akan lagi menahan perempuan karena tidak mengikuti kode berpakaian Islami di ibukota negara tersebut, Teheran. Sebaliknya, pelanggar akan dilakukan untuk menghadiri kelas yang diberikan oleh polisi, sementara pelanggar berulang masih bisa dikenai tindakan hukum.

Dikutip Metro dari Tasni, kode berpakaian konservatif, yang berlaku sejak revolusi 1979, tetap berada di tempat di luar Teheran. Kabarnya, hal tersebut mengindikasikan pelonggaran hukuman karena melanggar kode pakaian, yang disebut karena oleh masyarakat usia muda Iran berpikiran lebih maju yang membantu memilih ulang Presiden Hassan Rouhani, seorang yang relatif moderat, awal tahun ini.

Namun, garis keras yang menentang pelonggaran peraturan tersebut masih mendominasi pasukan keamanan dan pengadilan Iran. Jadi, tidak jelas apakah perubahan tersebut akan dilaksanakan sepenuhnya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

"Mereka yang tidak mematuhi peraturan berpakaian Islami tidak akan lagi dibawa ke pusat penahanan dan kasus pengadilan juga tidak diajukan terhadap mereka," ujar kepala polisi Teheran Jenderal Hossein Rahimi yang dikutip dari harian reformis Sharq.

Seperti diketahui, selama hampir 40 tahun perempuan di Iran telah dipaksa menutupi rambut mereka dan memakai pakaian longgar. Perempuan yang lebih muda dan lebih berpikiran liberal telah lama mendorong batas-batas kode berpakaian resmi, mengenakan jilbab longgar yang tidak sepenuhnya menutupi rambut mereka dan melukis kuku mereka, menarik kemarahan kaum konservatif.

Polisi moralitas Iran, mirip dengan polisi agama Arab Saudi, biasanya menahan pelanggar dan mengawal mereka ke sebuah mobil polisi. Keluarga mereka kemudian dipanggil untuk membawa baju ganti.

Pelanggar kemudian diminta untuk menandatangani sebuah formulir sehingga mereka tidak melakukan pelanggaran lagi.

Tidak hanya perempuan, lelaki juga bisa dihentikan oleh polisi jika terlihat mengenakan celana pendek atau bertelanjang dada. Tahun lalu, polisi di Teheran mengumumkan rencana untuk mempekerjakan 7.000 petugas lelaki dan perempuan untuk sebuah divisi berpakaian preman baru untuk memantau moral masyarakat dan menerapkan kode berpakaian.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Mata-mata Israel, Iran Hukum Mati Salah Seorang Akademisinya

Jadi Mata-mata Israel, Iran Hukum Mati Salah Seorang Akademisinya

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 06:06 WIB

AS Realisasikan Larangan Masuk Bagi 6 Negara Muslim

AS Realisasikan Larangan Masuk Bagi 6 Negara Muslim

News | Sabtu, 09 Desember 2017 | 06:33 WIB

Tak Disangka, Donald Trump Jadi "Fashion Influencer", Kok Bisa?

Tak Disangka, Donald Trump Jadi "Fashion Influencer", Kok Bisa?

Lifestyle | Rabu, 22 November 2017 | 07:45 WIB

Demi Medsos, Satu dari Enam Milenial Tampil Pakai Baju Baru

Demi Medsos, Satu dari Enam Milenial Tampil Pakai Baju Baru

Lifestyle | Kamis, 16 November 2017 | 08:19 WIB

Iran Tolak Bantuan Israel untuk Korban Gempa 7,3 SR

Iran Tolak Bantuan Israel untuk Korban Gempa 7,3 SR

News | Rabu, 15 November 2017 | 17:33 WIB

Iran: Donald Trump dan Abu Bakr al-Baghdadi seperti 'Anak Kembar'

Iran: Donald Trump dan Abu Bakr al-Baghdadi seperti 'Anak Kembar'

News | Kamis, 12 Oktober 2017 | 06:55 WIB

Terkini

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:30 WIB

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:23 WIB

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks

News | Senin, 27 Juli 2026 | 22:16 WIB

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik

Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:55 WIB

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

×