Begini Cara "Nusantara Menggendong" Mengedukasi Orangtua

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Sabtu, 06 Januari 2018 | 13:33 WIB
Begini Cara "Nusantara Menggendong" Mengedukasi Orangtua
Komunitas Nusantara Menggendong mengkampanyekan sekaligus mengedukasi manfaat menggendong. (Foto: Dok. Nusantara Menggendong)

Suara.com - Gempuran modernisasi di berbagai bidang turut mempengaruhi pola asuh para orangtua 'zaman now'. Salah satu, mereka merasa lebih nyaman membawa stroller ketika mengajak si kecil ke luar rumah ketimbang  menggendong, yang kerap dilakukan orangtua sebelumnya.

Padahal menggendong memiliki beragam manfaat bagi orangtua dan bayi. Fakta inilah yang menjadi keprihatinan Wiena Pratasik untuk mengkampanyekan sekaligus mengedukasi kegiatan menggendong yang ternyata bermanfaat untuk kesehatan anak baik secara fisik, sosial dan emosional.

Berbagai manfaat ini, kata Wiena yang merupakan pendiri Komunitas Nusantara Menggendong, pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup si anak.

Selain membuat anak lebih nyaman dalam dekapan ibu, ia menambahkan, menggendong juga diyakini memiliki filosofi mendalam untuk menciptakan interaksi positif antara ibu dan anak sekaligus meningkatkan kesehatan anak.

Komunitas Nusantara Menggendong mengkampanyekan sekaligus mengedukasi manfaat menggendong. (Foto: Dok. Nusantara Menggendong)

Nah, untuk kembali mempromosikan kegiatan menggendong yang kaya akan manfaat ini, Wiena menginisiasi lahirnya komunitas Nusantara Menggendong pada Oktober 2017. Kegiatan menggendong kata dia, dapat menjadi salah satu cara mempererat ikatan antara orangtua dan anak. Tak hanya ibu, tapi juga ayah.

"Ada yang bilang kalau bounding (ikatan) antara ibu dan anak sudah terjalin alami sejak dalam kandungan. Sedangkan bounding dengan ayah perlu usaha ekstra, salah satunya bisa terjalin dengan kegiatan menggendong ini," ujar Wiena.

Ia menambahkan, kehadiran komunitas ini turut berkontribusi melestarikan budaya menggendong dari generasi ke generasi menggunakan warisan kain nusantara. Pasalnya, tak sedikit para anggota Nusantara Menggendong yang lebih nyaman dalam menggunakan kain jarik tradisional untuk menggendong.

"Meski demikian ada juga beberapa anggota kita yang menggunakan gendongan modern seperti woven wrap atau soft struktur carrier (SSC). Apapun jenis gendongannya kami ingin ingin mengajak para orangtua untuk belajar bersama-sama dan menegaskan kembali mengenai betapa pentingnya menggendong dengan cara yang baik dan benar," tambah dia.

Komunitas Nusantara Menggendong mengkampanyekan sekaligus mengedukasi manfaat menggendong. (Foto: Dok. Nusantara Menggendong)

Pasalnya, kata Wiena, saat menggendong orangtua perlu mengetahui dasar anatomi sang buah hati dan tahap perkembangan tulang belakangnya.

"Dalam menggendong sangat perlu memperhatikan tahapan perkembangan tulang belakang, karena otot-otot yang ada belum sanggup menopang tulang belakang secara keseluruhan, oleh karena itu penggendong, membantu bayi dalam mempertahankan posisi tubuhnya sesuai usia," terangnya.  

Selain perkembangan tulang belakang, perkembangan area panggul bayi juga perlu diperhatikan. Perlakuan yang salah dalam menggendong atau membedong bayi akan menyebabkan Hip Dysplasia.

"Aktivitas menggendong erat kaitannya dalam tumbuh kembang anak. Kualitas hidup anak bisa dibantu dengan teknik menggendong yang baik dan aman, tidak hanya kesehatan fisik tapi juga sosial dan emosionalnya," jelasnya merinci.  

Komunitas Nusantara Menggendong mengkampanyekan sekaligus mengedukasi manfaat menggendong. (Foto: Dok. Nusantara Menggendong)

Meski baru dua bulan berdiri, jumlah anggota Nusantara Menggendong sudah cukup banyak. Dalam grup Facebook Nusantara Menggendong tercatat 433 anggota bergabung, dengan 369 anggota diantaranya berada di Jabodetabek.

Selain mengadakan kopdar rutin di beberapa wilayah, komunitas ini, sambung Wiena, juga memiliki program perpustakaan gendongan. Melalui program ini, anggota Nusantara Menggendong bisa meminjam kain gendongan untuk mencobanya, sebelum memutuskan membeli, layaknya perpustakaan buku.

"Tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Sehingga anggota bisa mencoba dan belajar menggunakan jenis gendongan tertentu sebelum membelinya," terangnya.

Jika Anda para orangtua yang memiliki ketertarikan dalam menyebarluaskan manfaat menggendong, Anda bisa mengikuti kegiatan komunitas ini di akun Instagram maupun Facebook Nusantara Menggendong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Di Sini Kita Bermain Plus Lestarikan Permainan Tradisional Anak

Di Sini Kita Bermain Plus Lestarikan Permainan Tradisional Anak

Lifestyle | Sabtu, 30 Desember 2017 | 13:19 WIB

Innova Community Kampanyekan 'Safety Driving dan Konvoi Aman'

Innova Community Kampanyekan 'Safety Driving dan Konvoi Aman'

Lifestyle | Sabtu, 23 Desember 2017 | 12:54 WIB

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Demi Mirip Karakter Star Wars

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah Demi Mirip Karakter Star Wars

Lifestyle | Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:29 WIB

Terkini

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:52 WIB

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:51 WIB

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:41 WIB

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Selamatkan Lahan Pertanian di Sulawesi Selatan, Gubernur: Tim Sudah Lakukan Pompanisasi

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

4 Cara Digital Detox untuk Mengurangi Ketergantungan pada Gadget

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:40 WIB

×