Sejarah Unik di Potongan-Potongan Pempek

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 18 Januari 2018 | 16:58 WIB
Sejarah Unik di Potongan-Potongan Pempek
Ilustrasi pempek (kiri) dan buku ”Sejarah dan Kebudayaan Palembang: Rumah Adat Limas Palembang” karya RHM Akib. [Ampera.co]

Suara.com - ”Pempek”, penganan khas dari Sumatera Selatan yang sudah mendunia memunyai sejarah panjang. Ternyata, ”pempek” bukanlah nama asli penganan yang berbahan dasar tepung kanji dan ikan tersebut.

Dulu, seperti dilansir Ampera.co—jaringan Suara.com, Rabu (17/1/2018), nama penganan ini bukanlah pempek, melainkan ”kelesan”.

RHM Akib, pemerhati sejarah Palembang, dalam bukunya berjudul ”Sejarah dan Kebudayaan Palembang: Rumah Adat Limas Palembang”, keberadaan kelesan bisa dilacak hingga masa Kesultanan Palembang kuno.

Pada buku yang diterbitkan Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, tahun 1980 itu, disebutkan kelesan merupakan panganan adat di dalam Rumah Limas, yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu (sebagai tujuan adat).

Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles (bahasa Palembang) atau tahan disimpan lama.

Dalam buku setebal 71 halaman tersebut, Akib yang dibantu oleh A Chaliq Muchtar dan Kemas M Siddiq Umary mencatatkan juga bagaimana nama kelesan bisa berubah menjadi kata pempek.

Menurutnya, Pempek mulanya dibuat oleh orang asli Palembang, dan mulai dijual komersial saat zaman kolonial Belanda.

Saat itu, produsen kelesan memberikan produknya kepada orang-orang keturunan Tionghoa sebagai penjualnya. Warga Tionghoa saat itu sudah dikenal sebagai ahli dagang.

Tercatat pada tahun 1916, pempek atau kelesan mulai dijajakan oleh pedagang Tionghoa yang mayoritas laki-laki.

Para pedagang ini terbiasa berjalan kaki dari kampung ke kampung setiap hari untuk menjajakan kelesan.

Mereka biasanya menjual kelesan di kawasan keraton (sekarang termasuk dibilangan kampung Masjid Agung dan Masjid Lama Palembang).

Kelesan yang dijual ini sangat laris sekali, dan banyak anak-anak muda asli Palembang yang menjadi pembelinya.

Nah, ketika ingin membeli kelesan, warga biasanya berteriak memanggil si penjual memakai kalimat ”Pek, empek, mampir sini.”

Itulah awal mula kelesan berubah menjadi pempek.

Pek empek merupakan panggilan orang Palembang kepada laki-laki Tionghoa. Seiring waktu, panggilan pek empek makin melekat kepada penjual kelesan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pempek, Menu Wajib Warga Palembang Saat Puasa

Pempek, Menu Wajib Warga Palembang Saat Puasa

| Jum'at, 17 Juni 2016 | 12:35 WIB

Sambut Asian Games 2018, Palembang Bangun 3000 Kamar Baru Hotel

Sambut Asian Games 2018, Palembang Bangun 3000 Kamar Baru Hotel

Bisnis | Minggu, 31 Januari 2016 | 21:18 WIB

Perayaan Natal di Palembang, Enam Gereja Dijaga Ketat

Perayaan Natal di Palembang, Enam Gereja Dijaga Ketat

News | Kamis, 25 Desember 2014 | 06:58 WIB

Terkini

Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya

Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:15 WIB

Liburan ke Kepulauan Seribu Makin Praktis, PIK Siapkan Dermaga CBD Beachwalk

Liburan ke Kepulauan Seribu Makin Praktis, PIK Siapkan Dermaga CBD Beachwalk

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:12 WIB

Tak Perlu Takut Breakout, Ini Solusi Sunscreen Nyaman untuk Kulit Rentan Berjerawat

Tak Perlu Takut Breakout, Ini Solusi Sunscreen Nyaman untuk Kulit Rentan Berjerawat

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:03 WIB

Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani

Apa Arti 3 Semboyan Ki Hajar Dewantara? Ini Makna Ing Ngarsa Sung Tuladha hingga Tut Wuri Handayani

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:59 WIB

5 Rekomendasi Lipstik Wudhu Friendly yang Mudah Dibersihkan sebelum Ibadah

5 Rekomendasi Lipstik Wudhu Friendly yang Mudah Dibersihkan sebelum Ibadah

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:51 WIB

50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema

50 Ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia 2026 yang Semangat dan Bermutu Sesuai Tema

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:47 WIB

Sunscreen Apa Saja yang Tahan Air? Ini 8 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan

Sunscreen Apa Saja yang Tahan Air? Ini 8 Rekomendasi Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:35 WIB

5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas

5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen

Pedoman Hardiknas 2026: Tema, Logo, dan Susunan Upacara Sesuai Kemendikdasmen

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:47 WIB

Teks Ikrar Pelajar Indonesia, Dibaca saat Upacara Hardiknas 2026

Teks Ikrar Pelajar Indonesia, Dibaca saat Upacara Hardiknas 2026

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:24 WIB