Udara di Dalam Mobil Bisa Jadi Sumber Polusi yang Berbahaya

Vania Rossa, Firsta Nodia

Senin, 05 Maret 2018 | 11:42 WIB
Udara di Dalam Mobil Bisa Jadi Sumber Polusi yang Berbahaya
Ilustrasi orang menyetir. (Shutterstock)

Suara.com - Bukan hanya asap knalpot kendaraan, udara di dalam mobil pun bisa jadi sumber polusi yang berbahaya untuk kesehatan Anda, lho.

Data yang dikeluarkan Amway, perusahaan penjualan langsung yang menyediakan berbagai produk kecantikan, kesehatan, dan peralatan rumah tangga, mengungkapkan bahwa risiko pencemaran udara di dalam mobil 15 kali lipat lebih berbahaya daripada udara di luar mobil.

Dharmaparayana Sthirabudhi, Head of Marketing Amway Indonesia, mengatakan pencemaran udara di dalam mobil bisa dipicu oleh kebiasaan makan dan minum saat berkendara, masuknya polutan dari udara luar, kebiasaan merokok, asap knalpot dari kendaraan lain, hingga kurangnya menjaga kebersihan mobil.

"Semua ini dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan pernapasan dan penglihatan bagi pengemudi maupun penumpangnya," ujar Sthirabudhi dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Senin (5/3/2018).

Udara di dalam mobil bisa jadi sumber polusi. (suara.com/Firsta Putri Nodia)

Menjawab kebutuhan itu, Amway, kata dia, memperkenalkan Atmosphere Drive, sebuah alat penyaring udara dalam mobil yang dapat menjaga kesehatan Anda selama berkendara. Kontaminan dalam mobil yang mampu dilenyapkan Atmosphere Drive di antaranya asap rokok, sisa makanan, bakteri, virus, mikroorganisme, dan pollen yang timbul karena kondisi mobil yang jarang dibersihkan, interior, karpet, dan filter AC.

"Atmosphere Drive dapat menyaring polutan di dalam mobil hingga 99% hanya dalam waktu kurang dari lima menit," tambah dia.

Sthirabudhi menjelaskan, Atmosphere Drive menerapkan teknologi filtrasi yang memungkinkan konsumen menikmati udara bebas polutan, yang terhubung secara mudah dengan colokan pemantik rokok 12V di dalam mobil. Produk Amway terbaru ini, kata dia, telah memiliki sertifikat Allergy UK yang telah diakui 135 negara dan 100 perusahaan di dunia.

"Alat ini juga bisa menghilangkan gas sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2) yang berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan dan menjadi penyebab keracunan dalam mobil pada beberapa kasus," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Polusi Bikin Orang Berperilaku Tak Etis dan Berselingkuh

Studi: Polusi Bikin Orang Berperilaku Tak Etis dan Berselingkuh

Health | Jum'at, 09 Februari 2018 | 12:15 WIB

Atasi Polusi Udara, Cina Larang Produksi 553 Model Kendaraan

Atasi Polusi Udara, Cina Larang Produksi 553 Model Kendaraan

Otomotif | Jum'at, 29 Desember 2017 | 10:14 WIB

Anies Dambakan Jakarta Punya Tempat Sejuk seperti di Puncak

Anies Dambakan Jakarta Punya Tempat Sejuk seperti di Puncak

News | Sabtu, 21 Oktober 2017 | 12:37 WIB

Terkini

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

×