Leonard Suharli Gaungkan Seni Balon di Indonesia Lewat Bisnis

Dythia Novianty | Dinda Rachmawati | Suara.com

Senin, 09 Juli 2018 | 06:41 WIB
Leonard Suharli Gaungkan Seni Balon di Indonesia Lewat Bisnis
Pendiri Balon Adalima, Leonard Suharli. [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Suara.com - Balon memang identik sebagai mainan anak-anak. Tapi jangan salah, ragam bentuk dan warnanya ternyata juga bisa mengasah kreativitas bagi semua usia dan kalangan, karena sekarang balon bisa menjelma menjadi karya seni luar biasa yang bisa dinikmati.

Sayangnya, seni satu ini masih cukup asing di telinga masyarakat Indonesia. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Leonard Suharli memiliki misi untuk lebih menggaungkan seni balon, khususnya balon dekorasi di Indonesia.

Berawal dari bisnis yang mulai ia dirikan pada 2012, bernama Adalima Balon, Leonard bersama sang adik Melissa Avrilia Suharli, ingin membuat terobosan baru dengan membidik pasar balon dekorasi di Indonesia.

Pasalnya, 80 persen produksi balon PT Jaya Latexindo Internusa milik keluarganya, yang didirikan sejak 1982 sudah dikenal dan diekspor ke pasar Amerika dan Eropa. Sementara, distribusi balon di Indonesia khususnya di luar Pulau Jawa sangatlah minim.

Saat itu, lanjut dia, balon dekorasi mungkin sudah ada di Indonesia, tapi dari segi apresiasi, masyarakat belum sadar dan pelaku usahanya juga masih belum banyak.

"Kami melihat saat itu masih ada peluang untuk pasar lokal. Maka dari itu, angle yang kami ambil itu lebih ke pasar dekorasi, karena dalam segi apresiasi terhadap kualitas lebih baik dan pilihan dari segi warna juga lebih beragam," ujar dia saat Suara.com temui belum lama ini.

Melihat peluang inilah, Leonard mulai membangun merek dan mengenalkan seni balon dengan sejumlah kursus dan workshop merangkai balon atau dekorasi balon sejak tahun 2013. Mulai dari cara pembuatan balon, membuat balon menjadi karakter atau tokoh hingga menjadikannya sebuah rangkaian-rangkaian besar.

Ia mengaku, ilmu yang ia salurkan bersama tim ke para peserta kursus masih sangat sederhana. Semuanya mereka pelajari sendiri melalui internet dan media sosial, seperti YouTube atau aplikasi Pinterest. Pada akhirnya, melalui kursus tersebutlah, ia dan peserta sama-sama bisa belajar hal baru mengenai seni balon, khususnya balon dekorasi.

Bisnis berbasis komunitas yang ia dirikan akhirnya mulai berkembang. Semakin banyak peserta yang mengikuti kursusnya, dari hanya empat orang menjadi puluhan orang, hingga kursus pun harus ia bagi dalam beberapa hari.

Kursus yang tadinya hanya diselenggarakan di Jakarta pun, saat ini mulai dihadirkan pula di beberapa kota besar di Indonesia, mulai dari Medan, Surabaya, Bali hingga Makassar.

"Jadi yang kami lakukan itu dua hal, kami memperluas pasarnya, jadi ada demandnya, setelah demandnya tercipta ya mudah-mudahan dengan adanya kursus kami, kami juga bisa menciptakan pelaku usaha baru. Karena pasarnya ada, permintaannya ada, harus ada suplainya," ungkap lelaki berkepala plontos ini.

Dia berharap, para peserta kursus tidak hanya berhenti sampai mereka mendapatkan ilmunya saja, tapi menggunakan ilmu tersebut ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Terbukti, setelah mengikuti kursus, banyak dari mereka yang akhirnya terjun menjadi seorang dekorator dan balloon artist atau seniman balon.

Ada juga yang menjadi reseller dan distributor Adalima di beragam kota. Bahkan, beberapa di antara mereka mereka juga bekerja sama dengan dekorator lokal supaya bisa menjadi suplier balon para dekorator.

Lewat Adalima, Leonard berharap pasar lokal bisa mengimbangi pasar ekspor yang cenderung tidak menentu mengingat nilai tukar rupiah yang tidak stabil. Dengan pendekatan bisnis lewat komunitas, Leonard dan Melissa juga bermimpi untuk bisa 'membalonkan Indonesia' di bidang dekorasi.

“Kami merasa jasa dekorasi ini bisa ditingkatkan karena mereka (dekorator) yang akan paham (seputar dekorasi) dan jadi pengguna yang berpotensi melakukan pembelian ulang," cerita Leonard.

Pendiri Balon Adalima, Leonard Suharli. [Suara.com/Dinda Rachmawati]
Pendiri Balon Adalima, Leonard Suharli. [Suara.com/Dinda Rachmawati]

Untuk penjualan balon pun, Adalima mulai menghadirkan jenis yang lebih beragam untuk kebutuhan akan balon dekorasi. Mulai dari bentuk, ukuran hingga warna. Selain melayani pembelian grosir, Leonard menjelaskan Adalima juga menerima pembelian eceran hingga jasa dekorasi dengan balon.

Dengan varian produk mencapai ratusan jenis, jumlah pesanan grosir bisa mencapai belasan per hari. Pun permintaan parsel balon rutin diterima hampir setiap hari. Leonard menyatakan, balon berlabel Adalima telah tersertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia).

Balon Adalima juga bebas dari nitrosamine, zat yang bisa menjadi karsinogenik (zat yang menyebabkan kanker) jika bereaksi dengan air liur, sehingga sangat aman digunakan oleh semua usia sesering apapun.

Kini, pasar Adalima sudah menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Ternate, Ambon, hingga Papua.

Ia pun bermimpi, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga mampu menggelar ajang kreasi balon bertaraf internasional. Belum lama ini pihaknya telah menunjukkan kepada masyarakat Tanah Air langkah menuju mimpi itu dengan menggelar Ballon Art Festival 2018.

“Dengan kegiatan tersebut, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kualitas balon produksi dan kreativitas anak bangsa tidak kalah dengan yang sudah ada di dunia. Saya juga berharap ke depan akan semakin banyak wadah yang bisa mempertemukan para seniman balon dan dekorator di Indonesia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Telan Balon, Lima Orang Tewas

Telan Balon, Lima Orang Tewas

Health | Selasa, 15 Agustus 2017 | 14:29 WIB

Ada Ribuan Balon Merah dan Putih di Halaman Balai Kota

Ada Ribuan Balon Merah dan Putih di Halaman Balai Kota

News | Senin, 08 Mei 2017 | 09:14 WIB

Unik, Pakaian Cantik Ini Ternyata Dibuat dari Balon

Unik, Pakaian Cantik Ini Ternyata Dibuat dari Balon

Lifestyle | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 20:10 WIB

Seniman New York Buat Optimus Prime dari 4.302 Balon

Seniman New York Buat Optimus Prime dari 4.302 Balon

Lifestyle | Senin, 05 Mei 2014 | 08:00 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat

7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 20:35 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?

Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:35 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?

Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:15 WIB

9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran

9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:08 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 17:25 WIB

7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran

7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 16:00 WIB

Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan

Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:20 WIB

Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung

Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:20 WIB

10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya

10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:55 WIB