AirNav Sayangkan Penerbangan Balon Liar di Perayaan Syawalan

Bangun Santoso

Sabtu, 23 Juni 2018 | 05:40 WIB
AirNav Sayangkan Penerbangan Balon Liar di Perayaan Syawalan
Ilustrasi balon udara

Suara.com - AirNav Indonesia menyayangkan masih banyak warga di Pekalongan yang menerbangkan balon udara secara liar saat perayaan Syawalan pada Festival Balon Tradisional 2018.

"Kami memantau ada puluhan balon udara yang diterbangkan oleh masyarakat setempat sejak dua hari terakhir perayaan Syawalan," kata Kristanto, Kepala Divisi Perencanaan Strategi Keuangan dan Investasi Perusahaan AirNav Indonesia, Jumat (22/6/2018).

Padahal, menurut Kristanto yang juga Ketua Panitia Festival Balon Tradisional, sesuai Peraturan Menteri (PM) Nomor 40 Tahun 2018, menerbangkan balon udara bisa membahayakan aktivitas penerbangan.

"Saya menyayangkan penerbangan balon udara tersebut. Warga Pekalongan nyatanya mengabaikan aturan yang telah diberlakukan oleh AirNav padahal sudah ada wadah dalam festival ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai PM Nomor 40, balon udara saat ini tak boleh lagi diterbangkan. Demi menjaga keselamatan penerbangan, pihaknya saat puncak Syawalan 1439 Hijriyah mengeluarkan imbauan untuk menambatkan balon udara dengan ketinggian maksimal 15 meter dari permukaan tanah.

Untuk perayaan Syawalan di Pekalongan, AirNav Indonesia bersama Kementerian Perhubungan menggelar Festival Balon Udara selama dua hari mulai 21 Juni dan puncaknya berakhir pada 22 Juni. Lokasi festival dipilih di Lapangan Kuripan Kota Pekalongan.

"Sesuai PM 40, balon udara yang diikutsertakan dalam festival berukuran 4 meter dengan tinggi 7 meter serta ditambatkan dengan tali sepanjang 15 meter," terangnya.

Festival Balon Udara Pekalongan diikuti 31 peserta dari berbagai daerah di Pekalongan.

Untuk menyikapi maraknya penerbangan balon udara secara liar, Kristanto memastikan aparat gabungan Polresta Pekalongan bersama Polsek-Polsek telah menggelar razia di tiap kecamatan.

baca juga

"Razia ditujukan kepada warga agar menghentikan penerbangan balon udara. Kita tegas akan menyita balon udara bila ada yang melanggar," tukansya. (Adam Iyasa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gelar Budaya Menoreh Tandai 1 Syawal

Gelar Budaya Menoreh Tandai 1 Syawal

Lifestyle | Rabu, 20 Juni 2018 | 07:30 WIB

Balon Udara Masih Boleh Terbang, Meski Tetap Pakai Izin Khusus

Balon Udara Masih Boleh Terbang, Meski Tetap Pakai Izin Khusus

News | Senin, 18 Juni 2018 | 15:54 WIB

Ikatan Pilot Indonesia: Ada 40 Laporan Komplain soal Balon Udara

Ikatan Pilot Indonesia: Ada 40 Laporan Komplain soal Balon Udara

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 22:10 WIB

Menhub: Terbangkan Balon Udara Ganggu Penerbangan Bisa Dipenjara

Menhub: Terbangkan Balon Udara Ganggu Penerbangan Bisa Dipenjara

News | Minggu, 17 Juni 2018 | 19:26 WIB

Ratusan Napi Lapas Pekalongan Dipindah ke Nusakambangan, Ada Apa?

Ratusan Napi Lapas Pekalongan Dipindah ke Nusakambangan, Ada Apa?

News | Jum'at, 25 Mei 2018 | 10:31 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×