Restoran ini Gunakan Teknologi Robot untuk Layani Pelanggan

Ade Indra Kusuma, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 24 Agustus 2018 | 07:00 WIB
Restoran ini Gunakan Teknologi Robot untuk Layani Pelanggan
Spyce, restoran robot [spyce]

Suara.com - Fenomena industri 4.0 yang telah lama digaungkan, kini telah benar-benar kita dijalani. Keseharian kita dan semuanya kini terintegrasi dengan sistem teknologi yang rapih dan juga masif. Salah satu yang sering disebutkan berkaitan industri 4.0 tersebut adalah digantinya sumber daya manusia dengan robot untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Seperti yang dilakukan oleh Spyce, restoran asal Massachusetts, Amerika Serikat, yang mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan teknologi robot untuk melayani para pelanggan.

Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah negara seolah berlomba-lomba menciptakan teknologi mutakhir yang bertujuan mempermudah pekerjaan manusia di masa mendatang. Salah satunya dengan mengembangkan teknologi robot.

Selain memotong anggaran dana yang diperlukan untuk membayar gaji pekerja manual. Biaya maintenance atau perawatan robot memang cenderung lebih murah, dan tentunya dapat bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama. Perkembangan teknologi inilah yang kini dilirik oleh berbagai perusahan, termasuk dalam sektor kuliner.

Dilansir melalui business insider, Jumat (24/8/2018) dengan bantuan para insinyur ternama seperti Michael Farid dari MIT, Kale Rogers, Luke Schlueter, Brady Knight, serta koki berbintang Michelin Daniel Boulud, mereka membuka Spyce di Washintong Street, Boston, di mana sebagain besar pegawainya merupakan robot-robot berteknologi canggih.

Para pelanggan dapat memesan makanan melalui komputer layar sentuh. Lalu, salah satu ‘pekerja’ dari total tujuh robot yang disiapkan akan memasak setiap pesanan makanan dalam hanya kurun waktu tiga menit saja. Kendati demikian, restoran ini masih mempekerjakan tiga karyawan manusia yang bertugas menyajikan makanan ke meja pengunjung, serta memandu mereka dalam memesan makanan.

Boulud yang memiliki tujuh restoran di New York City dan enam di sejumlah negara bagian di Amerika, mengaku telah berinvestasi cukup besar dalam mengembangkan Spyce. Koki Prancis berusia 63 tahun itu mendengar ide restoran robot tersebut setelah mendapatkan email yang dikirimkan oleh Farid, Rogers, Schlueter, dan Night. Mereka mengirimkan sebuah video berisi prototipe ‘dapur robot’ yang mereka bangun sendiri di ruang bawah tanah rumah mereka.

“Fast food (makanan cepat saji) harus diolah secara sehat, dengan bahan-bahan lokal, dan harganya pun harus terjangkau. Spyce di Boston adalah salah satu contoh terbaik yang menggambarkan generasi baru dalam industri kuliner,” tutur Boulud.

Tidak hanya itu, dengan adanya robot ini, pekerjaan-pekerjaan yang tadinya bisa dikerjakan esok hari, kini bisa disiapkan pada malam sebelumnya. Ini membuat para kru tidak harus datang tepat pukul 7 pagi. 

"Sebelum kru pulang, mereka kini bisa menyiapkan lunch product pada malamnya. Ini tentunya memangkas waktu 3 jam lamanya untuk sebuah proses roasting," demikian laporan jurnal.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Restoran di Jerman Ini Larang Pengunjung Bawa Anak pada Sore Hari

Restoran di Jerman Ini Larang Pengunjung Bawa Anak pada Sore Hari

Lifestyle | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:00 WIB

Usung Nasionalisme, Restoran Ini Sajikan Menu Favorit Pahlawan

Usung Nasionalisme, Restoran Ini Sajikan Menu Favorit Pahlawan

Lifestyle | Sabtu, 18 Agustus 2018 | 08:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×