alexametrics

Warga Malaysia dan Singapura Saksikan Festival Bahari Kepri

Fabiola Febrinastri
Warga Malaysia dan Singapura Saksikan Festival Bahari Kepri
Ketua Pelaksana Calender of Event 2019, Esthy Reko Astuti. (Dok: Kemenpar)

Kepri menjadi salah satu pintu utama masuk wisman ke Indonesia.

Suara.com - Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berdetak kian kencang. Beragam atraksi top digelar.

Salah satunya Festival Bahari Kepri (FBK) 2018 yang resmi dimulai, Jumat (21/9/2018). Beragam seni budaya Melayu menjadi suguhan utama.

Masyarakat dan wisatawan menyambut gelaran ini dengan antusias. Mereka memadati halaman Gedung Daerah Tanjung Pinang, Provinsi Kepri.

Tarian Sekapur Sirih dipilih dipilih untuk membuka perhelatan. Lenggak lenggok penari tampil begitu ciamik senada dengan musik. B

Baca Juga: Festival Bahari Kepri Pamerkan Keindahan Laut pada Para Yachter

egitu juga sajian marching band Bahana Barelang. Meski tampil kekinian, tetapi tetap mampu menampilkan budaya kuat masyarakat Melayu.

"Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Contohnya pembukaan FBK ini. Sajian kentalnya budaya menjadi sebuah suguhan yang dinanti wisatawan," ujar Menteri Pariwista, Arief Yahya.

FBK menggelar beragam kegiatan bahari. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah balapan Jong atau perahu mini. Balapan ini digelar di di Pantai Tanjung Siambang, Dompa.

Peminat balap Jong membludak. Total ada 959 peserta.

Mereka berasal dari klub asal Karimun, Batam, Bintan, Dumai, Bengkalis dan Dompak. Mereka bertarung hingga final, yang digelar Minggu (23/9/2018).

"Nah, ini juga bagian dari budaya. Lomba Jong hanya ada di masyarakat Melayu, menjadi budaya bahari yang telah mengakar kuat. Ini juga sangat diminati oleh wisatawan, khususnya dari Malaysia dan Singapura, yang secara budaya masih serumpun dengan Kepri," ungkap menteri yang memimpin Kementerian Parwisata Terbaik 2018 di Asia Pasifik ini.