Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:44 WIB
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. [Kementan]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian melakukan sidak di Bea Cukai Tanjung Balai Karimun terkait pengungkapan 1.000 ton beras ilegal tanpa prosedur.
  • Beras ilegal tersebut diangkut dari FTZ Tanjung Pinang menuju sentra produksi seperti Palembang dan Riau.
  • Mentan menegaskan penyelundupan pangan mengancam kedaulatan serta berpotensi membawa hama penyakit pertanian dan peternakan.

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Sidak ini dilakukan menyusul pengungkapan kasus ribuan ton beras ilegal yang diduga masuk tanpa prosedur karantina maupun kepabeanan.

Dalam peninjauan tersebut, Amran menegaskan praktik penyelundupan pangan bukan persoalan sepele.

Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani sekaligus ancaman bagi kedaulatan pangan nasional.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada, stok beras nasional lebih dari 3 juta ton. Tapi masih ada pihak-pihak yang memasukkan beras secara ilegal. Ini mengganggu petani kita, 115 juta rakyat Indonesia yang menggantungkan hidup dari pertanian,” jelas Amran dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil penindakan aparat, total beras ilegal yang diamankan mencapai 1.000 ton. Sebanyak 345 ton di antaranya masih tersimpan di gudang Bea Cukai Tanjung Balai Karimun.

Amran membeberkan, beras tersebut diangkut menggunakan enam kapal dari FTZ Tanjung Pinang. Menurutnya, wilayah itu secara faktual bukan daerah penghasil beras sehingga pola distribusinya dinilai janggal.

Lebih lanjut, beras ilegal tersebut justru disebut akan dikirim ke sejumlah daerah yang dikenal sebagai sentra produksi. Di antaranya Palembang dan Riau.

“Bayangkan, beras dikirim dari daerah yang tidak punya sawah ke wilayah yang justru surplus. Ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya berhenti di pelaku lapangan,” ujarnya.

baca juga

Tak hanya beras, aparat juga mengamankan sejumlah komoditas lain. Barang bukti yang ditemukan antara lain gula pasir, cabai kering, bawang merah, dan bawang putih.

Komoditas tersebut diduga tidak dilengkapi sertifikat karantina, tidak melalui tempat pengeluaran resmi, serta tidak dilaporkan kepada pejabat berwenang.

Sebagian barang bukti kemudian dilelang sesuai ketentuan, sementara komoditas yang dinilai berisiko tinggi dimusnahkan.

Mentan Amran mengingatkan, pelanggaran karantina berpotensi memunculkan ancaman yang jauh lebih besar dari sekadar nilai ekonomi.

Ia menilai masuknya komoditas tanpa prosedur resmi dapat membawa penyakit maupun hama yang mengancam sektor pertanian dan peternakan nasional.

Ia pun menyinggung pengalaman Indonesia saat menghadapi penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu. Saat itu, kerugian disebut mencapai Rp135 triliun akibat kematian jutaan ternak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:37 WIB

Purbaya Butuh Rp 45 Miliar buat Investasi Teknologi AI di Pelabuhan

Purbaya Butuh Rp 45 Miliar buat Investasi Teknologi AI di Pelabuhan

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:24 WIB

Menteri Purbaya Sindir Kinerja Bea Cukai: Orangnya Pintar-pintar, Tinggal Digebukin Aja

Menteri Purbaya Sindir Kinerja Bea Cukai: Orangnya Pintar-pintar, Tinggal Digebukin Aja

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:04 WIB

Purbaya Resmikan 3 Teknologi AI Canggih di Pelabuhan, Biar Kerja Bea Cukai Tak Lagi Lambat

Purbaya Resmikan 3 Teknologi AI Canggih di Pelabuhan, Biar Kerja Bea Cukai Tak Lagi Lambat

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:48 WIB

Mentan Amran: Korban Bencana Sumatra Harus Dibantu, Negara Memanggil!

Mentan Amran: Korban Bencana Sumatra Harus Dibantu, Negara Memanggil!

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 10:03 WIB

Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai, Purbaya Sebut Perintah dari 'Bos Atas'

Ancam Rumahkan 16 Ribu Pegawai Bea Cukai, Purbaya Sebut Perintah dari 'Bos Atas'

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 20:50 WIB

Terkini

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

×