Usia Ayah Ternyata Pengaruhi Kesehatan Bayi Baru Lahir

Vania Rossa, Firsta Nodia

Kamis, 01 November 2018 | 12:44 WIB
Usia Ayah Ternyata Pengaruhi Kesehatan Bayi Baru Lahir
Akrabnya ayah dengan dua putrinya. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terkini menyoroti hubungan antara usia ayah dengan kondisi kesehatan bayi yang baru lahir. Ya, menurut studi yang dilakukan peneliti Stanford University, ayah yang lebih tua lebih mungkin memiliki anak yang lahir secara prematur dengan berat badan lahir yang rendah.

Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis data 40.529.905 kelahiran di Amerika Serikat antara tahun 2007 hingga 2016. Hasilnya, dibandingkan dengan bayi dari ayah yang berusia antara 25 hingga 34 tahun, bayi yang memiliki ayah berusia 45 tahun ke atas lebih berisiko lahir prematur dengan berat lahir rendah, bahkan dirawat di unit perawatan intensif neonatal atau menderita kejang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di BMJ, bayi-bayi ini juga mendapat peringkat lebih rendah pada skor Apgar, yang digunakan untuk mengukur kesehatan fisik bayi yang baru lahir. Para ibu tampaknya juga berisiko, karena mereka yang memiliki pasangan yang lebih tua sehingga rentan terhadap diabetes gestasional.

Michael L. Eisenberg, Direktur Pengobatan dan Bedah Reproduksi Pria di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, mengatakan hal ini cukup beralasan mengingat separuh DNA anak berasal dari ayah. Itu sebabnya, usia lelaki saat menjadi ayah berpengaruh besar terhadap DNA anak.

Para peneliti mengakui bahwa penelitian mereka terbatas karena hanya menggunakan data yang ada. Mereka juga tidak bisa menjamin bahwa lelaki yang terlambat menikah dan punya anak di usia pertengahan sudah pasti memiliki anak yang tidak sehat.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa ada risiko jika menikahi suami yang sudah tua dan hal ini bisa dirasakan oleh bayi mereka nanti. Jadi kami ingin meningkatkan kewaspadaan bagi mereka yang ingin memiliki anak di usia yang rentan," tambah Eisenberg.

Dalam editorial BMJ pada studi ini, Dr. Hilary K Brown, asisten profesor untuk Kesehatan Masyarakat di Universitas Toronto, menyoroti bahwa rata-rata lelaki dan perempuan di negara maju memiliki anak pertama mereka masing-masing pada usia 35 dan 40 tahun.

"Mengingat banyak pasangan mungkin yang belum menyadari dampak potensial dari usia ayah pada kesehatan perinatal, temuan saat ini menggarisbawahi pentingnya merencanakan waktu reproduksi dan mempertimbangkam faktor usia ayah," kata Brown.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ternyata Bayi Baru Lahir Pun Bisa Kena Kanker

Ternyata Bayi Baru Lahir Pun Bisa Kena Kanker

Health | Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Dilempar dari Gedung, Bayi Ini Selamat berkat Pohon Pisang

Dilempar dari Gedung, Bayi Ini Selamat berkat Pohon Pisang

Health | Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:16 WIB

IDAI : Kalau Angka Kematian Bayi Tidak Turun, Salahkan BPJS!

IDAI : Kalau Angka Kematian Bayi Tidak Turun, Salahkan BPJS!

Health | Kamis, 02 Agustus 2018 | 18:01 WIB

Terkini

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Italia Siaga! Anak Muda Dikoordinir via Telegram Siapkan Penjarahan dan Serangan Bom Molotov

Italia Siaga! Anak Muda Dikoordinir via Telegram Siapkan Penjarahan dan Serangan Bom Molotov

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember, Gus Ipul Pastikan Pendampingan Unhan Berlanjut

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Tenaga Ahli Diekspor, Teknologi Diimpor: Paradoks Pembangunan Indonesia

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:50 WIB

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

GoFood Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bawa Kuliner Bandung Tembus Pasar Jakarta

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

Pontianak Infomedia Garap Pasar Komunitas lewat Kanal Berbahasa Mandarin

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Balik Karhutla: Masyarakat Sangat Menderita

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

8 Korporasi di Kalbar Terseret Kasus Karhutla, Kapolri Ungkap Luas Lahan Terbakar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:46 WIB

9 Rekomendasi HP Murah Kamera Selfie Jernih untuk Live TikTok

9 Rekomendasi HP Murah Kamera Selfie Jernih untuk Live TikTok

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Penjualan BYD M6 Belum Mampu Mengusik Takhta Toyota Avanza Veloz di Pasar MPV

Penjualan BYD M6 Belum Mampu Mengusik Takhta Toyota Avanza Veloz di Pasar MPV

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×